Ilustrasi Zoom | twitter.com/zoom

HARNAS.ID – Zoom mulai mengedarkan pemberitahuan kepada pelanggan berbayar mereka bahwa tarif berlangganan akan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) mulai 1 Oktober 2020. Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pada awal September mengumumkan akan kembali memungut PPN atas barang dan jasa digital.

“Dengan ini kami memberitahukan bahwa Zoom Video Communications Inc (Zoom), mulai dari atau tidak lama setelah 1 Oktober 2020, akan mengenakan PPN atas penjualannya kepada pelanggan di Indonesia,” tulis Zoom melalui email kepada para pelanggannya, sebagaimana dikutip Antara, Sabtu (19/9/2020).

Pada gelombang kedua ini, terdapat 12 perusahaan yang layanannya akan dikenakan PPN sebesar 10 persen dari harga sebelum pajak, yaitu LinkedIn Singapore Pte Ltd, McAfee Ireland Ltd, Microsoft Ireland Operations Ltd dan Mojang AB Novi Digital Entertainment Pte Ltd serta PCCW Vuclip (Singapore) Pte Ltd.

Adapun perusahaan lain yang turut dikenakan PPN 10 persen adalah Skype Communications SARL, Twitter Asia Pacific Pte Ltd, Twitter International Company, Zoom Video Communications Inc, PT Jingdong Indonesia Pertama dan PT Shopee International Indonesia.

Dalam surat pemberitahuan, Zoom minta pelanggan berbayar mereka mengirimkan data berupa nomor pokok wajib pajak (NPWP), nama lengkap dan alamat email yang terdaftar di Ditjen Pajak. Zoom memiliki beberapa pilihan berlangganan bulanan, yaitu gratis untuk akun Basic, 14,99 dolar (setara Rp 222 ribu) untuk akun pro serta 19,99 dolar (Rp 296 ribu) untuk akun Business dan Enterprise.

Editor: Ridwan Maulana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here