Ilustrasi bom bunuh diri | ANTARA FILES

HARNAS.ID – Sedikitnya, 10 orang tewas pada Jumat (18/12/2020) di sebuah kota di negara bagian Galmudug, Somalia saat sebuah bom bunuh diri meledak di tengah massa yang rencananya akan dijumpai oleh perdana menteri negara tersebut.

Perdana Menteri Mohamed Hussein Roble sedang dalam perjalanan untuk berbicara kepada massa di sebuah stadion di kota Galkayo yang terletak di bagian tengah Somalia. Di situ banyak penduduk dan petugas keamanan telah berkumpul untuk menyambutnya sebelum ledakan terjadi.

“Lebih dari 10 orang meninggal dunia dalam ledakan, termasuk tiga personel senior militer, para prajurit dan anggota masyarakat,” kata seorang anggota militer Mayor Mohamed Abdirahman dikutip Antara, Sabtu (19/12/2020).

Lebih dari 20 orang mengalami luka-luka. Kelompok Islamis Somalia yang bersekutu dengan al Qaeda, al Shabaab, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengatakan mereka “menargetkan perdana menteri murtad yang mengunjungi kota.”

“Di antara mereka yang tewas, beberapa adalah lulusan Amerika Serikat,” ujar Juru Bicara Operasi Militer Al Shabaab Abdiasis Abu Musab.

Kelompok tersebut telah berupaya selama lebih dari satu dekade untuk menggulingkan pemerintah pusat Tanduk Afrika dan menetapkan aturannya sendiri berdasarkan interpretasi yang ketat atas hukum syariah. Farah Ali, seorang penduduk Galkayo yang menyaksikan pemboman itu, mengatakan bahwa stadion itu penuh dengan kerumunan orang sebelum ledakan terjadi.

“Saya menghitung tujuh orang tewas termasuk tentara dan warga sipil serta lebih dari selusin orang terluka,” katanya.

Editor: Ridwan Maulana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here