Sosiolog UI Imam Budidarmawan Prasodjo | sosiologi.fisip.ui.ac.id

HARNAS.ID – Seluruh elemen masyarakat diimbau tidak menjadikan Pancasila sekadar butir-butir hafalan, melainkan mengaplikasikannya dalam kehidupan bermanfaat. Menurut Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) Imam Budidarmawan Prasodjo, implementasi dari Pancasila perlu dipikirkan bersama.

“Saya mengajak semua pihak terkait berusaha memikirkan bagaimana penerapan butir-butir Pancasila lebih intensif di tengah masyarakat,” katanya di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Pernyataan Imam, bertepatan momentum Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober. Sejatinya, tutur Imam melanjutkan, Pancasila bisa dilakukan dalam setiap rapat kabinet karena butir-butirnya menjadi acuan terkait penyusunan rencana strategis atau program kerja pemerintah.

Sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, misalnya. Secara hafalan, mungkin hampir semua orang bisa mengucapkannya, tetapi tidak cukup hanya sampai di situ. Artinya, makna dari sila kelima itu harus bisa selaras dengan program yang akan dibuat.

“Program-program yang ada perlu menjadi penjabaran dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Imam.

Menurut Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) 1999-2004 ini, peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang bertepatan dengan pandemi COVID-19 hendaknya dapat menjadi momentum dalam sejarah seluruh umat manusia. Ini, untuk menghadapi tantangan agar saling bersinergi satu dengan lainnya.

Sinergi tersebut dapat dilakukan di berbagai bidang karena COVID-19 berdampak multidimensi, baik itu dimensi kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya, sehingga dibutuhkan tokoh-tokoh yang menjadi inisiator dalam kehidupan masyarakat. Semua harus bergerak melakukan jejaring dan simpul-simpulnya.

“Jangan hanya terpaku pada simpul birokrasi pemerintah saja,” ujarnya.

Editor: Ridwan Maulana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here