Pekerja di Buysell Technologies memisahkan kimono yang dibeli di gudang mereka di sort Funabashi, Prefektur Chiba, Jepang (8/12/2020) | ANTARA FILES

HARNAS.ID – Ketersediaan lapangan pekerjaan pada 2020 mencatat penurunan paling tajam dalam 45 tahun di Jepang, sementara tingkat pengangguran di negara itu naik untuk pertama kalinya dalam 11 tahun, dampak dari pandemi virus corona baru.

Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, rasio ketersediaan lapangan kerja turun 0,42 poin menjadi 1,18, setara dengan 118 lowongan pekerjaan untuk setiap 100 orang yang mencari pekerjaan.

Angka tersebut sebagaimana dikutip Antara, Jumat (29/1/2021), menandai penurunan tercepat sejak penurunan 0,59 poin yang tercatat pada 1975. Ini merupakan level terendah sejak 2014.

Secara terpisah, tingkat pengangguran pada 2020 mencapai 2,8 persen, naik 0,4 persen dari tahun sebelumnya. “Hal ini membukukan peningkatan pertama sejak 2009,” kata Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi.

Biro statistik juga mengatakan jumlah pengangguran pada tahun 2020 meningkat 290 ribu menjadi 1,91 juta orang. Ini merupakan yang tertinggi 11 tahun, sementara jumlah orang yang bekerja turun 480 ribu menjadi 66,76 juta, menandai penurunan pertama dalam delapan tahun.

Jumlah karyawan cuti melonjak 800 ribu menjadi 2,56 juta, karena penyebaran virus. Angka tersebut menandai level tertinggi sejak data pembanding tersedia pada 1968.

Untuk Desember 2020, tingkat pengangguran mencapai 2,9 persen, sementara rasio ketersediaan lapangan kerja berada di 1,06. Dengan kedua angka tersebut tetap tidak berubah dari bulan sebelumnya.

“Data menunjukkan dampak pandemic virus korona berlanjut signifikan di pasar tenaga kerja. Kami akan terus memantau perkembangan,” kata Ryota Takeda, Menteri Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi.

Editor: Ridwan Maulana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here