Kepala KSOP Lembar M Junaidin | ANTARA FILES

HARNAS.ID – Pemerintah pusat diminta mengaktifkan kembali pelayaran yacht (kapal layar ringan) ke perairan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar memastikan siap memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“KSOP Lembar sudah siap memberikan pelayanan, tinggal bagaimana regulasi saja karena ada beberapa kementerian yang terlibat dalam pelayanan wisatawan yacht,” kata Kepala KSOP Lembar M Junaidin, Senin (26/10/2020).

Menurut dia, pembukaan lalu lintas orang keluar masuk dari luar negeri ke Indonesia menggunakan yacht sudah dibahas dalam rapat koordinasi. Itu menyusul rencana pengaktifan kembali kegiatan-kegiatan yacht yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.

Rapat koordinasi digelar oleh Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (23/10/2020). Dalam rapat itu turut hadir perwakilan seluruh kementerian/lembaga terkait dengan pelayanan bagi wisatawan yacht.

Mereka seperti Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Perhubungan, Bea Cukai, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan. Ada juga dari unsur pemerintah daerah, seperti Dispar NTB, Dishub NTB, dan unsur asosiasi serta pengelola tempat parkir yacht, yakni Marina Del Ray, dan Marina Bay.

“Arahan dari Kemenko Marves dalam rapat tersebut, bagaimana menghidupkan kegiatan pariwisata terutama di NTB. Pemerintah pusat memberi perhatian besar kepada NTB karena boleh dibilang hidupnya dari pariwisata,” ujarnya.

Junaidin mengatakan, KSOP Lembar memperoleh informasi bahwa Kementerian Hukum dan HAM sudah menerbitkan regulasi yang berkaitan dengan relaksasi peraturan lalu lintas orang dari luar negeri yang masuk ke wilayah Indonesia.

Perlu Sinkronisasi

Sementara itu, menyangkut peluang pembukaan kembali pelayanan bagi wisatawan yacht, harus disinkronkan oleh semua pihak yang terlibat di lapangan agar semua memahami tugas dan fungsi masing-masing, termasuk di sektor perhubungan laut, khususnya di syahbandar.

Menurut Junaidin, upaya untuk membuka kembali kegiatan wisatawan yang datang dengan kapal pribadi (yacht) bertujuan untuk menggairahkan lagi perekonomian masyarakat yang terdampak COVID-19. Dari sisi sumber daya, KSOP Lembar sudah siap.

“Kami tidak pernah libur selama pandemi karena Lombok sudah ditetapkan menjadi salah satu pintu masuk wisatawan yacht, baik di Gili Gede, dan Medana Bay. Jadi, ada saja kapal yang masuk meskipun statusnya darurat,” tutur Junaidin.

Editor: Ridwan Maulana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here