Suasana pelatihan teknologi seluler era 5G yang digelar FTUI dan Qualcomm | IST

HARNAS.ID – Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) melalui unit ventura Center for Computing and Information Technology (CCIT) menjalin kerja sama dengan Qualcomm, sebuah perusahaan multinasional semikonduktor global Amerika.

Kerja sama menyangkut pengembangan pengetahuan para staf pengajar CCIT FTUI. Kolaborasi ini menghasilkan pengembangan serangkaian kurikulum pelatihan oleh CCIT pada area teknologi selular 5G dan Internet of Things (IoT) untuk mahasiswa sarjana dan profesional. Hal itu sekaligus bentuk komitmen FTUI dan Qualcomm meningkatkan kemampuan akademisi menyongsong era 5G di Indonesia.

Kurikulum baru itu diperkenalkan pada 1 Oktober 2020 yang juga menandai hari jadi CCIT. Selain itu, program kerja sama yang telah dijalankan berupa rangkaian pelatihan terkait rancangan fundamental dari teknologi seluler yang diselenggarakan selama 14 minggu (Maret-Juli 2020).

Vice President Engineering Qualcomm Technology Licensing Sudeepto Roy mengungkapkan, selama lebih dari satu dekade, Qualcomm memiliki visi konektivitas selular dapat mentransformasi seluruh industri secara global.

“Ketika kami mendorong pertumbuhan industri seluler, kami telah berkembang menuju pemberdayaan IoT. Kami sangat antusias untuk memperluas program ini lebih lanjut lagi demi mendukung visi pemerintah mengembangkan ekonomi dan sumber daya manusia pada sektor teknologi selular, dan sebagai bagian kontribusi kami membuka jalan untuk menyongsong era 5G di Indonesia,” kata Sudeepto dalam keterangan tertulis yang diterima HARNAS.ID, Senin (5/10/2020).

Sementara, Direktur CCIT FTUI Muhammad Suryanegara mengatakan, CCIT merupakan unit ventura di bawah FTUI yang fokus pada pemenuhan kebutuhan  pengembangan profesional dan pendidikan lanjut bidang teknologi informasi, rekayasa, dan pendukungnya. Oleh karena itu, keterlibatan Qualcomm dalam dunia pendidikan merupakan pengakuan signifikan terhadap peran akademisi dan mahasiswa dalam pertumbuhan peluang-peluang baru di Indonesia, termasuk IoT dan smart city.

“Pengalaman ini akan bermanfaat bagi CCIT FTUI untuk terus memperluas program pelatihan profesionalnya, tidak hanya bagi mahasiswa di lingkungan UI saja tetapi juga perguruan tinggi lain terutama mahasiswa bidang teknik, telekomunikasi, dan elektronika terkait program ‘Merdeka Belajar’. Kurikulum baru ini untuk membangun kompetensi bagi kebutuhan sumber daya manusia pada industri perangkat seluler di Indonesia.”

Editor: Aria Triyudha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here