Universitas Gadjah Mada Yogyakarta | IST

HARNAS.ID – Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bekerjasama dengan PT Filipina Antiviral Indonesia (FAI) mengembangkan obat antivirus dan antiinflamasi. Terobosan itu sejalan dengan misi Pemerintah Republik Indonesia (RI) mengenai peningkatan kemandirian obat dalam negeri.

Wakil Rektor bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Paripurna mengatakan, sedikitnya empat bidang yang menjadi fokus kerja sama ini. Menurut dia, menciptakan bahan baku natural kimia farmasi dan vaksin ini guna mewujudkan Indonesia mandiri di sektor kesehatan.

“Pengembangan obat saat ini di tahap konsultasi dengan BPOM serta komite etik. Pengembangannya akan dilakukan bersama dengan Kimia Farma,” katanya.

Kerja sama ini telah ditandatangani Rektor UGM Panut Mulyono dan Presiden Direktur PT FAI Mario Parcusa Marcos pada 23 Oktober 2020. PT FAI juga mendukung pengembangan laboratorium bioteknologi di UGM dan memberikan dana abadi untuk program pascasarjana bagi para peneliti yang bergerak dalam pengembangan obat.

Direktur Utama Filipina Antiviral Indonesia (FAI) Mario Pacurso Marcos berharap, dukungan pengembangan obat antivirus dan antiinflamasi ini positif bagi kedua negara yakni Filipina dan Indonesia. Menurut dia, kerja sama ini ditujukan untuk pengembangan obat antiinflamasi dan antiviral, atau pengembangan formulasi obat.

Editor: Ridwan Maulana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here