Bangunan Puskesmas Tanjung Uban, Kabupaten Bintan | IST

HARNAS.ID – Pembangunan fasilitas infrastruktur dan pelayanan dasar wilayah perbatasan RI dengan Singapura dan Malaysia di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menggeliat. Masyarakat Bintan yang masuk dalam kecamatan lokasi prioritas pembangunan perbatasan mengaku mulai menikmati bantuan pembangunan jalan, puskesmas, rumah nelayan dan rumah guru.

“Sekarang Puskesmas di Tanjung Uban semakin baik karena fasilitasnya cukup lengkap baik dari segi fisik bangunan maupun dalam hal pelayanan,” kata Christian Butong, salah satu warga saat menemani anaknya berobat di Puskemas Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.

Tim Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) yang dipimpin Kabag Humas Andri Idrawan hadir di Bintan untuk melakukan pengamatan sekaligus mendengar aspirasi terkait bantuan yang difasilitasi BNPP untuk masyarakat perbatasan. Sejumlah bantuan yang difasilitasi BNPP dan sudah dirasakan masyarakat perbatasan Pulau Bintan, rehabilitasi pembangunan Puskesmas Kawal dan Puskesmas Tanjung Uban.

Selain itu, pembangunan rumah guru, jalan strategis desa Berakit,35 rumah nelayan di Desa Pengudang dan pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan. Menurut Christian, Jumat (25/12/2020), sebelumnya atap Puskesmas Tanjung Uban banyak yang bocor, tetapi sekarang sudah tidak lagi. Bahkan bangunan puskesmas sekarang menjadi lebih luas dan lengkap.

“Saya pernah rawat inap dua hari di sini, pelayanannya sangat baik dan nyaman,” ujarnya.

Salah satu pimpinan di SDN 003 Bintan Utara Azimin S.Sos menjelaskan bantuan rehabilitasi rumah guru sudah dirasakan manfaatnya, setidaknya guru tidak lagi membutuhkan waktu yang lama dan menmpuh perjalanan yang jauh karena kini tinggal dekat sekolah. Dia berharap dana afirmatif tetap disalurkan karena masih ada enam rumah dinas guru di sekolah ini yang kondisinya sudah memprihatinkan.

Sementara itu, infrastruktur jalan 1,6 kilometer di Desa Berakit yang dana pembangunannya Rp 5 miliar dari bantuan pusat kini juga sudah dimanfaatkan para warga masyarakat. Dulu jalan ini, jalan tanah dan berbecek kalau hujan. Akibatnya warga kampung yang umumnya nelayan kesulitasn menjual hasil produksinya.

“Sekarang mereka sudah bisa merasakan manfaat dari kehadiran jalan ini,” tutur Kabag Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Bintan, Hasan, didampingi Camat Teluk Sebong Sri Heni Utami.

Puluhan nelayan di Desa Pengudang Kecamatan Teluk Sebong juga menyatakan rasa gembira karena sekarang bisa menempati rumah yang representatif. Pembangunan 35 unit rumah nelayan ini difasilitas pemerintah yang menyiapkan dana 35 juta rupiah untuk setiap keluarga. Dana ini kemudian ditambah dengan dana milik para nelayan sehingga terbangun sudah rumah tinggal yang representatif.

Menurut Hasan, bantuan dana afirmatif memang sangat membantu pembangunan di wilayah perbatasan Pulau Bintan. Mewakili pemerintah dan masyarakat kabupaten Bintan, dia berterimakasih kepada BNPP karena telah membantu merealisasikan pembangunan fasilitas pelayanan dasar yang dibutuhkan masyarakat perbatasan.

“Kami juga berharap dana afirmatif tetap diberikan untuk melanjutkan pembangunan perbatasan di Bintan. Kalau hanya mengandalkan APBD, sulit untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Secara geografis, Kabupaten Bintan merupakan wilayah terdepan Indonesia yang berbatasan laut dengan Singapura dan Malaysia. Di Kabupaten ini ada empat kecamatan yang menjadi lokasi prioritas pembangunan perbatasan yang telah ditetapkan BNPP RI.

Editor: Ridwan Maulana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here