Ilustrasi seseorang bermain internet | KASPERSKY

HARNAS.ID – Para orangtua diingatkan untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak saat beraktivitas di dunia maya. Hal ini krusial seiring bertambahnya waktu yang dihabiskan untuk online di tengah pembatasan sosial imbas pandemi virus corona baru (COVID-19). Penelitian terbaru dari perusahaan keamanan siber global Kaspersky menegaskan, media sosial adalah aktivitas teratas untuk pengguna online di Asia Tenggara selama beberapa bulan pertama tahun 2020.

Penelitian yang filakukan Mei lalu di antara 760 responden, studi terkini mengungkapkan bahwa 80 persen orang tua di wilayah ini menghabiskan banyak waktu untuk aplikasi jejaring sosial yang berbeda karena pembatasan sosial memaksa mereka untuk bekerja di rumah dan menjaga anak-anak.

“Kita harus memahami bahwa garis antara pekerja profesional dan peran sebagai orang tua telah menjadi sangat kabur karena rumah kita sekarang berfungsi sebagai kantor dan sekolah bagi anak-anak. media sosial menjadi platform bagi para ibu dan ayah untuk rehat sejenak dan mendapatkan dukungan emosional serta berbagai anjuran dari kelompok usia mereka,” kata Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky Stephan Neumeier dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2020).

Segala sesuatu yang dipublikasikan oleh orangtua atau anak-anak secara online dapat menjadi bumerang yang merugikan, Oleh karena itu penting untuk mengingat dan mengajarkan kepada anak-anak tentang tentang konsekuensi merugikan yang mungkin dapat timbul dari publikasi yang dibagikan.

Berdasarkan hal tersebut, terdapat beberapa poin yang tidak boleh dipublikasikan di internet:

1. Alamat rumah atau sekolah

Berbekal informasi ini, para perampok, pedofil, pengganggu, dan profil jahat lainnya dapat dengan mudah menemukan anda atau anak anda.

2. Nomor telepon

Bagi anak-anak, nomor telepon adalah kontak langsung yang dapat digunakan oleh teman sebaya untuk pertolongan atas perlakuan penindasan dan bahkan bagi orang dewasa masih banyak lagi. Bagi para pelaku kejahatan siber, informasi khusus ini adalah salah satu data paling berharga yang bisa mereka dapatkan.

3. Geolokasi Anda saat ini (Check-in)

Informasi bahwa keluarga jauh dari rumah adalah sinyal untuk pencuri. Ini juga memudahkan untuk melacak seseorang. Selain itu, mengatakan sesuatu seperti “tempat favorit kami” dan mengunggah geotag dapat membahayakan meskipun anda sedang tidak berada di tempat tersebut.

4. Foto dan video pribadi

Berfoto mungkin menjadi aktivitas yang cukup menyenangkan bagi para remaja namun dapat menimbulkan masalah jika dipublikasikan di Internet. Misalnya, ada banyak situs yang mengumpulkan gambar erotis gadis remaja yang mereka unggah sendiri dan dipublikasikan sebagai konten “panas”.

5. Mengompromikan foto orang lain

Jangan mempublikasikan foto orang lain jika anda juga tidak ingin menjadi korban kejahatan. Pengguna dari segala usia harus memahami aturan dasar ini. Jika anak anda memahami bahwa mengunggah foto-foto dari perayaan pesta remaja dapat membahayakan, mengapa mengunggah foto sahabat pria atau wanita mereka menjadi hal yang layak?

6. Foto anak

Orang tua sangat sering mengunggah informasi di web tentang anak mereka. Penting untuk diingat bahwa foto-foto anak anda yang terlihat sangat manis dapat berpotensi mengakibatkan bullying di kemudian hari.

7. Foto-foto barang mewah

Ini akan menunjukkan tingkat kekayaan atau menandai kemewahan seseorang kepada pihak asing. Bersama dengan alamat rumah dan geolokasi anda saat ini akan menjadi tambang emas bagi pencuri yang berselancar mencari korban di Internet.

8. Informasi tentang kehidupan pribadi

Informasi pribadi selalu dapat digunakan untuk merugikan anda. Misalnya, ini dapat digunakan untuk menebak kata sandi akun online, merencanakan penipuan yang kemungkinan besar akan membuat anda terjerat di dalamnya, atau untuk berkenalan dengan anak anda dan mendapatkan kepercayaan mereka.

9. Pernyataan kritis tentang topik sensitif

Tentu saja, anda dan anak anda boleh memiliki pendapat sendiri. Namun, jika masalah yang diperdebatkan menyangkut antara lain agama, politik, dan orientasi seksual, akan lebih baik untuk tidak membagikannya di Internet. Hal ini dapat menyebabkan konflik yang dapat bergeser dari dunia maya ke dunia nyata, atau merusak reputasi anda di mata lembaga pendidikan atau perusahaan potensi.

Editor: Aria Triyudha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here