KESRA Kang Uu Siap Menjadi Orang Pertama Divaksin COVID-19

Kang Uu Siap Menjadi Orang Pertama Divaksin COVID-19

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum | ANTARA

HARNAS.IDWakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum atau kerap disapa Kang Uu menyatakan siap menjadi orang pertama dari lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar yang akan divaksin COVID-19.

“Saya siap. Sejak awal sesuai arahan Pak Gubernur, saya harus menjadi orang yang pertama di Jawa Barat untuk melaksanakan penyuntikan vaksin COVID-19,” kata Kang Uu, Minggu (3/1/2021).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar termasuk ke dalam daftar relawan uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 oleh Bio Farma di Kota Bandung.

Sebagai relawan, gubernur dan jajaran Forkopimda Jabar melakukan enam kali kunjungan, di antaranya penyuntikan pertama dan kedua di kunjungan kedua atau serta ketiga pada Agustus hingga September 2020.

“Oleh karena itu, saya menyatakan siap divaksin dan tinggal tunggu waktunya kapan sesuai arahan Satuan Tugas COVID-19 Jawa Barat,” lanjut sosok yang juga Panglima Santri Jabar ini dilansir Antara.

Kang Uu mengimbau masyarakat Jabar untuk mau divaksin. Tujuannya, tidak lain adalah demi memutus mata rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

“Kalau masih merasa keberatan (divaksin), ujung-ujungnya tidak melaksanakan, nanti kembali lagi masyarakat yang akan rugi,” lanjutnya.

Pasalnya, menurut Kang Uu, pandemi yang berkelanjutan akan terus menahan aktivitas masyarakat sehingga ekonomi menurun.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jabar akan menunggu arahan dan siap bersinergi dengan pemerintah pusat terkait rencana pemberian vaksin bagi masyarakat.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin telah menetapkan tujuh jenis vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia, yakni vaksin produksi Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax Inc, Pfizer Inc and BioNTech, serta Sinovac.

Meski begitu, pelaksanaan vaksinasi hanya bisa digelar setelah izin edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat dari BPOM keluar.

Sambil menanti proses itu, Kang Uu pun menegaskan bahwa Pemda Provinsi Jabar terus meningkatkan kesiapan sumber daya manusia baik tenaga kesehatan maupun penyuntik vaksin, puskesmas, rumah sakit, hingga tempat penyimpanan vaksin.

Editor: Aria Triyudha

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here