Ilustrasi imigran ilegal berada di atas perahu setelah diselamatkan oleh angkatan laut Tunisia di perairan dekat Ben Guerdane, Tunisia, beberapa waktu lalu | ANTARA FILES

HARNAS.ID – Sedikitnya 11 migran asal Afrika tewas setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di lepas pantai Tunisia, Minggu (11/10/2020) waktu setempat. Kejadian itu ketika mereka berupaya menyeberangi Mediterania menuju Pulau Lampedusa di Italia.

Menurut petugas keamanan Tunisia dikutip Antara, Senin (12/10/2020), tim patroli pantai menemukan jasad delapan perempuan dan tiga anak di lepas pantai dekat Sfax, kemarin malam. Sekitar 30 orang berangkat menggunakan kapal tersebut dengan harapan tiba di Italia.

Tim patroli masih melakukan operasi pencarian orang hilang lainnya. Tahun lalu, sekitar 90 migran Afrika tenggelam usai kapal mereka, yang berlayar dari Libya menuju Eropa, terbalik. Insiden tersebut menjadi yang paling parah di perairan Tunisia.

Pada 2018, petugas patroli pantai Tunisia juga menemukan lima jasad yang diduga merupakan para migran yang kapalnya tenggelam saat sedang menyeberangi Laut Tengah menuju Pulau Lampedusa, Italia.

Informasi dihimpun, kelompok operator perdagangan manusia memilih menggunakan Tunisia sebagai tempat berangkat bagi imigran yang menuju Eropa. Sebab, patroli pantai Libya lewat bantuan tentara memperketat kontrol atas operasi pemberangkatan imigran gelap.

Editor: Ridwan Maulana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here