Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam menunjukkan barang bukti hasil temuan Komnas HAM terkait penembakan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 yang menewaskan enam Laskar FPI di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (28/12/2020). Komnas HAM menemukan sejumlah barang bukti di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) di antaranya proyektil dan selongsong peluru, serpihan mobil, serta bagian dari CCTV. HARNAS.ID | BARRI FATHAILAH

HARNAS.ID – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajaran mempercepat penanganan kasus penembakan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

“Terkait kasus-kasus yang jadi perhatian publik seperti KM 50, pelanggaran protokol kesehatan segera diselesaikan karena sudah ada rekomendasi Komnas HAM,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Menurut dia, penanganan kasus tersebut dapat dengan cepat karena sudah ada rekomendasi dari Komnas HAM. Terlebih, kasus tersebut merupakan salah satu kasus yang menjadi perhatian publik.

Kapolri Listyo meminta agar penuntasan kasus itu dilakukan sesuai dengan rekomendasi yang diberikan Komnas HAM. “Tentunya harus diselesaikan sesuai dengan rekomendasi tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, Kapolri tidak menyebutkan detail batas waktu untuk menuntaskan kasus itu. Komnas HAM telah mengumumkan hasil investigasinya mengenai kasus kematian enam anggota Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Anggota Komnas HAM sekaligus Ketua Tim Penyelidikan Peristiwa Karawang Choirul Anam mengatakan bahwa pihaknya menemukan terdapat enam anggota Laskar FPI yang tewas dalam dua konteks peristiwa berbeda.

Disimpulkan dua anggota FPI meninggal dunia dalam peristiwa saling serempet antara mobil yang mereka pergunakan dengan polisi, hingga terjadi kontak tembak di antara Jalan Internasional Karawang sampai KM 49 Tol Jakarta-Cikampek dan berakhir di KM 50.

Sebanyak empat orang lainnya masih hidup dan dibawa polisi, kemudian diduga ditembak mati di dalam mobil petugas saat dalam perjalanan dari KM 50 menuju Markas Polda Metro Jaya.

Komnas HAM menduga terdapat pelanggaran HAM atas tewasnya empat Laskar FPI yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Untuk itu, Komnas HAM merekomendasikan para pelaku diproses hukum melalui mekanisme pengadilan pidana.

Editor: Ridwan Maulana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here