Sebuah adegan dalam rekonstruksi penembakan laskar FPI di rest area kilometer 50 jalan Tol Jakarta-Cikampek. ANTARA | ALI KHUMAINI

HARNAS.ID – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri siap membeberkan data maupun informasi yang diperlukan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyangkut investigasi peristiwa tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak mati tim survival Polda Metro Jaya di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. 

“Kami menghargai (investigasi Komnas HAM) dan siap untuk memberikan data-data apabila Komnas HAM memerlukan,” ucap Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam Mabes Polri, Senin (21/12/2020). 

Sigit menjelaskan, Polri telah memeriksa puluhan saksi dan orang-orang yang ada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) serta petugas Polda Metro Jaya yang bertugas saat peristiwa berdarah itu terjadi

“Perkembangan sampai hari ini kami telah meriksa 78 orang saksi dan 7 orang ahli. Kemudian 37 saksi dari KM 50, 22 saksi lain yang ada di sekitar (TKP). Kemudian ada 4 orang yang saat ini saksi korban. 12 petugas di lokasi KM 50. 3 orang perugas dari RS Polri. 2 ahli dari Puslabfor, 3 ahli dari forensik, 1 ahli dari siber dan 1 ahli pidana,” ungkap Sigit memaparkan. 

Selain itu, Sigit menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap CCTV yang ada di sekitar lokasi dan rekonstruksi alias olah TKP. 

Mantan Kapolda Banten itu menegaskan, publik juga diberikan memberikan informasi kepada Bareskrim Polri. 

“Kami dari Bareskrim Polri membuka ruang apabila ada masyarajat atau saksi-saksi yang secara langsung untuk memberikan masukan atau menjadi saksi. Sehingga kemudian, kami betul-betul mendapatkan peristiwa yang utuh, sebagai bentuk transparansi , profesionalitas kami dalam menangani kasus ini,” ujar Sigit menegaskan.

Editor: Aria Triyudha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here