Pemain Paris Saint-Germain (PSG) Neymar | Ist

HARNAS.ID – Kekecewaan Neymar terhadap Alvaro Gonzalez atas tuduhan aksi rasisme tak bisa dibendung. Mega bintang asal Brasil itu menyuarakan kekesalan dan penyesalannya karena tidak mengambil tindakan yang lebih keras terhadap pemain Marseille tersebut.

Paris Saint-Germain (PSG) kalah 0-1 dari Marseille, Senin (14/9/2020) dalam lanjutan Ligue 1. Namun, laga tersebut dirusak oleh perkelahian di akhir pertandingan dengan lima pemain mendapatkan kartu merah karena terlibat dalam insiden itu.

Neymar pemain terakhir yang diusir dari lapangan karena menampar bagian belakang kepala Gonzalez dan menuduh bek asal Spanyol itu mengeluarkan perkataan rasisme saat dia meninggalkan lapangan. Pemain Brasil itu kemudian mengungkapkan kekesalannya di akun media sosialnya terhadap Gonzalez.

“Satu-satunya penyesalan saya adalah tidak memukul wajah si bajingan itu,” tulis pemain berusia 28 tahun itu di Twitter, sebagaimana dikutip Antara. “VAR menangkap kejadian itu dengan mudah. Sekarang saya ingin melihat gambar rasial yang memanggil saya monyet.”

Neymar kemudian kembali mengunggah lagi tulisan di Twitter, dengan menuduh Gonzalez menggunakan perkataan rasial terhadapnya di lapangan. PSG kini telah kalah dalam dua pertandingan pertama mereka di musim baru Ligue 1, pertama kalinya sejak 1984-85.

Dengan tim asuhan Thomas Tuchel juga kalah 0-1 melawan Lens pada 10 September. Pelatih Marseille Andre Villas-Boas kemudian membela Gonzalez pascapertandingan saat dia menuduh Angel Di Maria meludahi salah satu pemainnya.

Perihal Gonzalez bersalah atau tidak karena membuat pernyataan rasial, Villas-Boas menjawab: “Saya tidak berpikir demikian karena Alvaro adalah pemain berpengalaman. Tidak ada ruang untuk rasisme dalam sepak bola, tetapi saya tidak berpikir dia melakukannya.”

“Neymar sedikit kesal dengan situasi ini di akhir pertandingan. Saya berharap itu tidak mengganggu kemenangan ini,” tambah pelatih asal Portugal itu. “Kami juga tahu Di Maria meludahi salah satu pemain kami. Itu adalah El Clasico dan kami harus mengingat kemenangan bersejarah ini untuk Marseille.”

Tak lama berselang, Alvaro Gonzales mencoba membela diri dan membalas ucapan Neymar. “Tidak ada tempat untuk rasisme. Sebuah karier yang bersih dengan banyak rekan satu tim dan teman setiap hari,” tulis Gonzalez.

“Terkadang, Anda harus belajar bagaimana merasakan kekalahan dan menerimanya di lapangan,” balasnya.

Sementara PSG kembali mengalami kekalahan. Marseille kini telah memenangi dua pertandingan pertama di musim baru Ligue 1 setelah finis kedua musim lalu. Skuat PSG selanjutnya akan menghadapi Metz, Kamis (17/9/2020) dan bermain tanpa Neymar, Layvin Kurzawa dan Leandro Paredes setelah mendapatkan kartu merah.

Editor: Ridwan Maulana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here