Olahraga beladiri tarung derajat | ANTARA FILES

HARNAS.ID –┬áKetua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB Kodrat) Bambang Soesatyo mendorong olahraga beladiri asli Indonesia karya Achmad Dradjat atau yang lebih dikenal dengan panggilan Aa Boxer berkembang di kancah internasional.

Menurut dia, negara dan masyarakat perlu melestarikan dan mengembangkan keberadaan seni beladiri Indonesia, seperti tarung derajat. Sebagaimana Thailand dengan muay thai, Korea dengan taekwondo, Jepang dengan aikido, Filipina dengan kombatan, maupun Brazil dengan jiu jitsu.

“Tanpa dukungan negara dan masyarakat, tarung derajat yang anggotanya lebih dari dua juta itu bisa punah. Kalah pamor dari seni bela diri impor,” kata Bambang, dikutip dari laman resmi MPR RI, Rabu (23/2/2022). 

Kualitas dan kemampuan tarung derajat yang sudah ada di seluruh Indonesia dan manca negara, ujar dia, sangat dahsyat. Tarung Derajat resmi menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sejak 1998 dan memiliki cabang di 34 provinsi. 

Bahkan, pada 2011 tarung derajat diperkenalkan pada SEA Games di Palembang. Tarung derajat saat ini telah menjadi olahraga beladiri populer di Indonesia dan mulai berkembang di sejumlah negara ASEAN seperti Malaysia, Filipina, Laos, Myanmar, Vietnam dan Thailand.

“Kita menyadari bahwa memimpin organisasi tarung derajat bukan tugas yang mudah dan ringan. Meskipun demikian, kita semua merasakan aura kebanggaan dalam memimpin organisasi Kodrat,” ujar Ketua MPR itu. 

Setidaknya ada tiga langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan prestasi atlet tarung derajat di Indonesia. Pertama, dilakukan penjaringan dan pembinaan atlet berprestasi sejak dini. Kedua, pemberian jam terbang dan ajang kompetisi yang memadai.

Kemudian ketiga, adanya dukungan dan keberpihakan dari pemerintah dan KONI, baik di tingkat pusat maupun daerah, selaku institusi yang bertugas mengelola, membina, dan mengembangkan olahraga prestasi.

“Saya berharap di tengah derasnya arus globalisasi yang berpotensi mengikis nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, kita tetap mampu menjaga dan melestarikan olahraga tarung derajat. Baik sebagai seni bela diri asli Indonesia, maupun cabang olahraga yang potensial untuk kidikembangkan di level nasional, regional, hingga internasional,” ujarnya. 

Editor: Firli Yasya