Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi ANTARA | MICHAEL SIAHAAN

HARNAS.ID – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menggulirkan tiga opsi kompetisi. Hal ini seiring langkah PSSI menyerap aspirasi klub peserta Liga 1 dan Liga 2 dalam extraordinary club meeting di Yogyakarta, Selasa (13/10/2020).

Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan, opsi pertama yaitu kembali menggulirkan kompetisi pada 1 November 2020 dan selesai pada Maret 2021.

““Tetapi soal izin kita kembalikan ke kepolisian. Jika kepolisian tidak mengizinkan tentu PSSI akan menghormati dan mematuhinya” kata Yunus dilansir laman resmi PSSI, Rabu (14/10/2020).

Opsi kedua yaitu PSSI akan membuat skema dan jadwal baru pada 1 Desember 2020. Opsi ini jika pihak kepolisian tidak mengizinkan PSSI menggelar kompetisi 1 November 2020.

Selanjutnya, kata Yunus menjelaskan, apabila pihak kepolisian tetap tidak membolehkan kompetisi dijalankan 1 Desember 2020 dengan alasan adanya Pilkada Serentak 2020, PSSI akan mencoba pada 1 Januari 2021.

“Mudah-mudahan aspirasi klub agar kompetisi kembali digelar bisa menjadi kenyataan,” imbuh Yunus

Apabila tanggal 1 November tidak diizinkan, PSSI akan membuat skema dan jadwal baru, yakni pada 1 Desember 2020. Opsi Ini semua PSSI lakukan karena aspirasi klub yang ingin kompetisi kembali digelar.

“Jika itu belum diizinkan karena alasan izin keramaian terkait Pilkada 2020, PSSI akan mencoba memulai pada 1 Januari 2021. Mudah-mudahan aspirasi klub agar kompetisi kembali digelar bisa menjadi kenyataan,”imbuh Yunus.

Menurut dia, jika kompetisi kembali berjalan pada 1 Januari 2021, format dua wilayah sangat mungkin digunakan untuk mengatasi keterbatasan waktu. Sebab pada Mei-Juni 2021, PSSI punya hajatan besar, yakni Piala Dunia U-20.

“Intinya kompetisi lanjutan tahun 2020 ini akan diteruskan. Apakah mulai 1 November, 1 Desember atau 1 Januari 2021,” ujar Yunus menegaskan.

Sebelumnya, Mabes Polri tidak mengeluarkan izin keramaian terkait pelaksanaan kompetisi sepak bola Liga 1 dan 2 Indonesia 2020.

Keputusan Mabes Polri tidak mengeluarkan izin keramaian terkait pelaksanaan kompetisi sepak bola Liga 1 dan 2 Indonesia 2020 didasari beberapa pertimbangan, terutama terkait upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona baru (COVID-19).

“Situasi pandemi masih terus meningkat, begitu pun masyarakat yang terinfeksi. Oleh karena itu, Polri tidak mengeluarkan izin keramaian pada Liga Indonesia Baru 1 dan 2 yang dimulai 1 Oktober 2020,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono. Selasa (29/9/2020).

Editor: Aria Triyudha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here