Syeikh Ali Jaber saat ceramah di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat, Rabu (31/5/2017). ANTARA FOTO | RIVAN AWAL LINGGA

HARNAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD turut berduka atas wafatnya ulama Syekh Ali Jaber. Ia menyebut almarhum merupakan sosok rendah hati.

“Karena rendah hati beliau memanggil saya ‘Guru’ atau ‘Ayah’,” kata Mahfud dalam akun Twitter pribadinya, @mohmahfudmd, Kamis (14/1/2021).

Menurut Mahfud, bangsa Indonesia telah kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu umat.

Dia menjelaskan, Syekh Ali Jaber juga berperan sebagai penyambung aspirasi umat dan pemerintah.

Sebelumnya, kabar duka meninggalnya ulama asal Madinah, Arab Saudi itu diinformasikan Yayasan Syekh Ali Jaber dalam akun Instagram @yayasan.syekhalijaber.

“Telah wafat guru kita, Syekh Ali Jaber (Ali Saleh Mohammed Ali Jaber) di RS Yarsi Hari ini, 14 Januari 2021/1 Jumadil Akhir 1442 H Jam 08.30 WIB dalam keadaan negatif COVID-19,” kata Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber Habib Abdurrahman Alhabsyi.

Habib Abdurahman memohon untuk mengikhlaskan wafatnya Syekh Ali Jaber dan memohon maaf segala kesalahan semasa hidup. Almarhum wafat dalam usia 44 tahun.

“Kita ikhlaskan kepulangan beliau kepada Rabbnya. Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga diterima segala amal shaleh beliau,” tulisnya.

Editor: Aria Triyudha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here