Tips Aman Beraktivitas di Dunia Maya

Ilustrasi aktivitas di dunia maya menggunakan laptop | Ist

HARNAS.ID – Intensitas penggunaan internet meningkat sejak pandemi virus corona baru (COVID-19) mengemuka. Peningkatan ini antara lain terkait pertemuan secara virtual, transaksi online hingga pembelajaran jarak jauh. Namun, sejumlah hal itu masih dibayangi kerawanan kebocoran data pribadi.

“Sangat nyaman untuk menjalani sebagian besar hidup kita secara online dengan aman, terutama di saat membatasi aktivitas fisik untuk menjaga diri dan keluarga dari efek pandemi ini. Tapi kenyamanan di dunia maya bukan berarti menurunkan kewaspadaan,” kata General Manager Kaspersky Asia Tenggara Yeo Siang Tiong dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2020).

Kaspersky pun menyarankan sejumlah tips agar tetap aman beraktivitas di dunia maya. Pertama, selalu menjaga privasi online dengan serius dan jangan membagikan atau mengizinkan akses ke informasi anda dengan pihak ketiga. Kecuali benar-benar diperlukan, demi meminimalkan akses jatuh ke tangan yang salah.

Kedua, mulai menggunakan privacy checker yang membantu mempertimbangkan untuk mengatur profil media sosial anda ke mode pribadi. Ini akan mempersulit pihak ketiga untuk menemukan informasi yang sangat pribadi.

Ketiga, menggunakan solusi keamanan yang andal seperti Kaspersky Password Manager untuk menghasilkan dan mengamankan kata sandi unik untuk setiap akun, dan menghindari penggunaan kembali kata sandi sama berulang kali.

Keempat, untuk mengetahui apakah kata sandi yang digunakan untuk mengakses akun online anda telah disusupi, gunakan alat seperti Kaspersky Security Cloud. Fitur pemeriksaan akun pada solusi ini akan memungkinkan pengguna melakukan pemeriksaan terhadap akun mereka atas kemungkinan kebocoran data.

Jika kebocoran terdeteksi, Kaspersky Security Cloud akan memberikan informasi tentang kategori data yang dapat diakses secara publik sehingga individu yang terpengaruh dapat mengambil tindakan yang sesuai.

Sementara bagi perusahaan bisa disarankan memberikan edukasi kepada karyawan tentang dasar-dasar keamanan siber. Misalnya, tidak membuka atau menyimpan file dari email atau situs web yang tidak dikenal karena dapat membahayakan seluruh perusahaan, atau tidak menggunakan detail pribadi apa pun dalam kata sandi mereka.

Untuk memastikan kata sandi yang kuat, staf tidak boleh menggunakan nama, tanggal lahir, alamat jalan, dan informasi pribadi lainnya. Selain itu, ingatkan staf secara rutin tentang cara menangani data sensitif, misalnya, untuk hanya menyimpannya di layanan cloud terpercaya yang memerlukan autentikasi akses dan tidak boleh dibagikan kepada pihak ketiga yang tidak dikenal.

Editor: Aria Triyudha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here