Sosialisasi informasi protokol kesehatan 3M hasil kolaborasi PPV UI dengan Yayasan Hasnur Center di Auditorium Gedung Nurhayati Global Islamic Boarding School (GIBS), Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Banjarmasin, Kalimantan Selatan | HUMAS KIP UI

HARNAS.ID – Program pengabdian masyarakat (pengmas) Universitas Indonesia terus berjalan di masa pandemi COVID-19. Salah satunya menyangkut diseminasi informasi protokol kesehatan (prokes) berupa mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker (3M) guna mencegah paparan COVID-19 pada anak penyandang autis.

Diseminasi atau sosialisi tersebut dilakukan oleh Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (PPV UI) Program Studi Humas berkolaborasi dengan Yayasan Hasnur Center di Auditorium Gedung Nurhayati Global Islamic Boarding School (GIBS), Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Banjarmasin,  Kalimantan Selatan. Sebanyak 50 orang tua yang memiliki anak-anak penyandang autisme menghadiri acara ini. 

“Lewat kolaborasi yang solid dari akademisi, masyarakat, dan komunitas ini, kami berharap mitigasi akan bergulir lebih jauh lagi kepada anak-anak penyandang autisme di skala lebih luas,” kata Ketua Tim Pengmas UI Amelita Lusia dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020).

Pandemic Talks 2020, merilis angka 37.218 kasus COVID-19 pada anak Indonesia (data per 21 Oktober 2020), Sedangkan data covid19.go.id menyebutkan, hingga pertengahan Desember 2020 angka positif COVID-19 tercatat 617.820 orang, sembuh 505.836 orang, dan meninggal 18.819 orang. Kasus COVID-19 yang belum menunjukkan penurunan secara signifikan, harus dihadapi dengan terus-menerus menyampaikan dan mengingatkan anak-anak tentang perilaku hidup sehat disertai 3M.

Ketua Umum Yayasan Hasnur Center Nila Susanti Sulaiman mengatakan, kolaborasi dengan UI ini merupakan aktivitas positif yang patut  terus dikembangkan.

Acara sosialisasi tersebut dimulai dari pemaparan tentang komunikasi efektif dalam keluarga oleh pemerhati masalah keluarga, pemandu acara kuliner di televisi yaitu oleh Lucy Afiati. Selanjutnya, mitigasi gerakan 3M sebagai pencegahan infeksi COVID-19  oleh Amelita Lusia.

Kemudian pengajar humas dan penyiar TVRI Reska Herlambag memaparkan tentang cara memilih film animasi yang mengedukasi anak-anak. Menurut Reska, mengutip l penelitian Direktur Autism Research Centre Cambridge University Profesor Simon Baron-Cohen terdapat kaitan antara menonton film animasi selama 15 menit dalam sehari dengan emosi pada anak-anak penyandang autis. Mereka terbantu dalam mengenal emosi setiap yang berinteraksi dengannya.

Materi pada sesi kedua tentang cara mencuci tangan yang benar oleh Indah Dwitari (Head of Clinic Department SMP-SMA GIBS) dan penanganan siswa Anak Berkebutuhan Khusus oleh Muhamad Mustain, S.Si. (Head of Division of SES Department). Dokter Indah mengajarkan cara mencuci tangan dengan kata kunci “Tepung Selaci Jemput”, yang merupakan akronim dari Tepung (Telapak Punggung), Selaci (Selajari Dikunci), dan Jemput (Jempol Diputar).

Editor: Aria Triyudha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here