Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar Muhammad Alief Satria. ANTARA | M FAISAL HANAPI

HARNAS.ID – Sebanyak 889.039 orang warga akan menjadi sasaran pemberian vaksin COVID-19 di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, Muhammad Alief Satria mengatakan, untuk persiapan vaksin COVID-19 Sulbar sesuai data sasaran yang telah dilakukan verifikasi pemerintah sebanyak 889.039 orang.

“Target sasaran vaksin yang menjadi kebijakan nasional ini adalah usia 18 tahun sampai 59 tahun kemudian lanjut usia 60 tahun ke atas,” kata Alif di Mamuju, Sulbar, Senin (4/1/2021).

Seperti dilansir Antara, Alief menjelaskan, target sasaran dari pemberian vaksin tersebut, terbagi lima, yaitu, tenaga kesehatan, sebanyak 10.569, pelayanan publik sebanyak 94.023, kemudian masyarakat rentan secara geoposial, sosial, ekonomi sebanyak 343,132 orang.

Selain itu, masyarakat umum pelaku ekonomi sebanyak 371.948 orang dan masyarakat rentan lainnya sebanyak 69.367 orang.

Ia menyampaikan, untuk tahap pertama, data sasaran vaksin adalah tenaga kesehatan yang tersebar di enam kabupaten di Sulbar sebanyak 10.568 orang

Di antaranya lanjut Alief, Kabupaten Majene sebanyak 1.466 orang. Untuk Kabupaten Polewali Mandar sebanyak 3.008 orang. Sedangkan, untuk Kabupaten Mamasa sebanyak 1.543 orang.

Selain itu, untuk Kabupaten Mamuju sebanyak 2.694 orang. Untuk Kabupaten Pasangkayu sebanyak 780 orang dan di Kabupaten Mamuju Tengah sebanyak 1.078 orang.

“Pemberian vaksin tahap pertama tersebut akan dilaksanakan tanggal 14 Januari 2020 dan diharapkan tidak ada kendala dan waktunya tidak bergeser,” katanya.

Alief mengemukakan, ketersediaan logistik pendukung program vaksin COVID-19 telah tersedia antara lain, alat pelindung diri (APD)  sebanyak 4.061 set, masker Kn95 tenaga kesehatan sebayak 8.000 lembar, masker medis untuk tenaga kesehatan sebanyak 4.000 lembar. Termasuk, APD cover all suit untuk tenaga kesehatan sebanyak 10.000 unit.

Ia menyampaikan, pelayanan vaksin menggunakan aplikasi Pcare yang terhubung dengan internet sehingga tidak semua fasilitas kesehatan dapat melakukan pelayanan vaksinasi COVID-19. Oleh karena itu, harus dicarikan solusi.

Editor: Aria Triyudha


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here