Ilustrasi pembelajaran tatap muka di tengah pandemi COVID-19.ANTARA | BAYU PRATAMA SYAHPUTRA

HARNAS.ID – Asesmen Nasional (AN) mulai diberlakukan pada tahun 2021 menggantikan Ujian Nasional (UN). Asesmen ini tentunya memunculkan banyak pertanyaan.

Berdasarkan paparan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), AN adalah asesmen untuk memetakan mutu pendidikan seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang dasar dan menengah.

Seperti dikutip dari akun Instagram Balitbang Kemendikbud, Rabu (18/11/2020), AN terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Terdapat tiga tujuan krusial dari AN. Pertama, mendorong guru mengembangkan kompetisi kognitif yang mendasar sekaligus karakter murid secara utuh.

Kedua, menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan sekolah, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Ketiga, memberi gambaran tentang karakteristik esensial sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut.

Terkait tiga instrumen AN, Asesmen Kompetensi Minimum dimaksudkan untuk mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif.

Sedangkan, Survei Karakter untuk mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values) sebagai hasil belajar nonkognitif.

Adapun Survei Lingkungan Belajar bertujuan mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Tak Perlu Cemas

Balitbang Kemendikbud menyebutkan, pelaksanaan AN mulai tahun depan tidak menentukan kelulusan. Asesmen ini tidak diberikan di akhir jenjang dan hasilnya tidak memuat nilai secara individu. Hasil dari AN  diharapkan jadi dasar perbaikan pembelajaran. Pasalnya, hasil AN 2021 akan digunakan sebagai data baseline, tidak untuk menilai kinerja satuan pendidikan maupun wilayah.

Pelaksanaan AN dirancang selama dua hari. Untuk jenjang SD/Madrasah Ibtidaiyah, hari pertama diisi tes literasi (75 menit) dan survei karakter (20 menit). Hari kedua berupa tes numerasi (75 menit) dan survei lingkungan belajar (20 menit).

Sementara, untuk jenjang SMP/Madrasah Tsanawiyah dan SMA/Madrasah Aliyah, hari pertama diisi tes literasi (90 menit) dan survei karakter (30 menit). Adapun hari kedua berupa tes numerasi (90 menit) dan survei lingkungan belajar (30 menit).

Editor: Aria Triyudha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here