
Harnas.id, BOGOR — Ribuan sopir angkutan kota (angkot) dari berbagai trayek mendatangi halaman Balai Kota Bogor, Kamis (22/1/2026), untuk menolak rencana penghapusan unit angkot tua. Aksi ini menjadi sorotan karena orasi para sopir disampaikan dengan sentilan yang tajam, sekaligus mengundang tawa dari peserta.
Salah satu orator menyapa Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dengan logat Sunda yang kental. Ia menyinggung janji politik masa kampanye yang dianggap tak terealisasi. “Dulu datang ke kami pas Pilkada, giliran sudah jadi malah lupa sama rakyat,” serunya, disambut sorak-sorai massa.
Koordinator aksi dari Trayek 03, Ganda, menyebut kemarahan para sopir adalah puncak dari kesabaran mereka. Rencana penghapusan 1.940 unit angkot dipandang mengancam mata pencaharian dan kesejahteraan keluarga para pengemudi.
“Kami minta kebijakan penghapusan angkot tua ditunda. Anak istri kami mau makan apa kalau angkot dihapus? Kalau memang harus, beri kami pekerjaan layak,” tegas Ganda. Ia menambahkan bahwa program BisKita, meski digadang sebagai alternatif, belum cukup menampung seluruh sopir yang terdampak.
Dalam tuntutannya, massa meminta beberapa hal penting: perpanjangan batas usia operasional angkot hingga 2030, pembukaan kembali program peremajaan angkutan sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2023, dan keberlanjutan program reduksi serta rerouting yang menyentuh pasar subsidi.
Pantauan di lokasi menunjukkan ribuan unit angkot memenuhi halaman Balai Kota dan bahu jalan. Meski demikian, arus lalu lintas di sekitar Kebun Raya Bogor tetap lancar. Petugas gabungan terlihat berjaga, namun tidak ada rekayasa lalu lintas besar.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan sopir masih menunggu jadwal audiensi resmi dengan Pemkot Bogor untuk mencari solusi bersama terkait polemik usia angkot.
Editor: IJS










