
Harnas.id, BOGOR – Kondisi Jalan H. Iyang di Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, hingga kini masih memprihatinkan. Meski telah diusulkan untuk diperbaiki sejak 2017, ruas jalan sepanjang sekitar 800 meter dengan lebar kurang lebih tiga meter itu belum juga tersentuh pembangunan permanen.
Jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas warga sekitar, termasuk menuju pesantren dan sekolah, namun kerap becek dan sulit dilalui, terutama saat hujan. Kondisi ini dinilai menghambat mobilitas masyarakat serta berdampak langsung pada aktivitas pendidikan dan ekonomi warga.
Kepala Sekolah SMP–SMA Alquran Wahdah Islamiyah, Muhammad Hamka, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali menyampaikan usulan perbaikan kepada pemerintah setempat, baik secara lisan maupun melalui jalur struktural kewilayahan.
“Sejak tahun 2017 kami sudah menyampaikan secara lisan kepada pemerintah, mulai dari tingkat RT, RW, sampai kelurahan,” ujar Hamka.
Ia menambahkan, Jalan H. Iyang telah memiliki nama resmi sejak 2020, yang menegaskan statusnya sebagai jalan publik, bukan jalan pribadi.
“Informasinya ini masuk jalan desa, jadi bukan jalan pribadi,” jelasnya.
Menurut Hamka, keberadaan jalan tersebut sangat strategis karena menjadi jalur alternatif saat akses utama di sekitar GOR dan Stadion Pakansari ditutup.
“Ketika GOR atau Stadion Pakansari ditutup, warga sekitar bahkan dari luar wilayah melintas lewat sini. Jadi ini jalur aktif,” katanya.
Kondisi jalan yang rusak dan berlumpur dinilai mengganggu kegiatan belajar-mengajar serta menurunkan minat masyarakat untuk beraktivitas di kawasan tersebut.
“Kalau kondisinya terus seperti ini, orang pasti enggan datang, termasuk untuk kegiatan belajar,” ujarnya.
Berdasarkan penelusuran menggunakan Google Maps, lokasi Jalan H. Iyang hanya berjarak sekitar delapan menit dari pusat Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bogor di Jalan Tegar Beriman, Cibinong. Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan terkait realisasi perbaikannya.
Hamka mengungkapkan bahwa petugas sempat melakukan pengukuran di lapangan, namun tidak disertai tindak lanjut yang jelas.
“Sudah pernah datang ukur-ukur, kami sempat berharap jalannya dibangun. Tapi sampai sekarang belum ada informasi lanjutan,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Bogor segera merealisasikan perbaikan Jalan H. Iyang, mengingat fungsinya yang menyentuh kepentingan publik luas.
“Harapan kami pemerintah bisa segera memperbaiki jalan ini. Bukan hanya untuk pesantren, tapi untuk kebutuhan seluruh warga yang mengakses jalur ini,” pungkas Hamka.
Editor: IJS










