Jaipong Naik Panggung HPN 2026, PWI Bogor Gandeng Sanggar Kharisma

Peserta Pasanggiri Tari Jaipong tampil di Plaza Jambu Dua, Kota Bogor. Foto: PWI Bogor.
Peserta Pasanggiri Tari Jaipong tampil di Plaza Jambu Dua, Kota Bogor. Foto: PWI Bogor.

Harnas.id, BOGOR – Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), nuansa seni budaya mengisi ruang publik Kota Bogor. Sanggar Kharisma Bogor Berbudaya berkolaborasi dengan PWI Kota Bogor menggelar Pasanggiri Tari Jaipong di Plaza Jambu Dua, Minggu (8/2/2026).

Ajang ini diikuti puluhan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK hingga SMA. Tak hanya berasal dari Bogor dan sekitarnya, peserta juga datang dari sejumlah daerah lain seperti Banten, Sukabumi, Bandung, Garut, hingga Purwakarta.

Kegiatan dibuka secara resmi dengan flashmob jaipong yang melibatkan para peserta. Sejumlah unsur turut hadir dalam pembukaan, di antaranya Ketua PWI Kota Bogor Herman Indra Budi, Kapolsek Bogor Utara Kompol Enjo Sutarjo, Danramil 0605/Bogor Utara Kapten Inf Andika Fitriadi, perwakilan Disparbud Kota Bogor, serta Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD).

CEO Kharisma Bogor Berbudaya, Irma Siti Nurafiani, menyampaikan bahwa pasanggiri ini merupakan event keempat yang digelar pihaknya sepanjang 2026. Ia menyebut konsistensi penyelenggaraan kegiatan budaya menjadi komitmen sanggar dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi.

“Alhamdulillah, pagi ini adalah event Kharisma Bogor Berbudaya yang keempat di tahun 2026. Pada 2025 lalu, dari Januari hingga Desember kami telah melaksanakan 27 event, semuanya dengan rekomendasi dari Disparbud Kota Bogor,” ujar Irma.

Ia menambahkan, pada 2026 Kharisma Bogor Berbudaya telah masuk dalam Calendar of Event (CoE) Disparbud Kota Bogor. Dengan status tersebut, rangkaian kegiatan seni dan budaya direncanakan berlangsung sepanjang tahun.

“Untuk hari ini kami bekerja sama dengan PWI Kota Bogor dalam rangkaian HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI. Alhamdulillah, pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

Proses penilaian dilakukan oleh tim juri yang berasal dari latar belakang seni budaya, yakni Erna Sukmasari dari MGMP Seni Budaya, Eri Cahyadi dari Bogor, dan Tasmin dari Bandung. Selain piala, peserta juga memperoleh sertifikat dari Disparbud yang dapat dimanfaatkan sebagai jalur prestasi (Japres).

Irma berharap pasanggiri tari ini dapat menjadi ruang pembinaan yang berkelanjutan bagi generasi muda. Menurutnya, seni Jaipong tidak hanya perlu dilombakan, tetapi juga dirawat sebagai identitas budaya Sunda.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor Herman Indra Budi mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan tersebut. Ia menilai keterlibatan insan pers dalam agenda budaya merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian seni daerah.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dinamakan Kharisma Budaya Istimewa karena bertepatan dengan HUT PWI dan HPN 2026,” ujar Aldho, sapaan akrabnya.

Aldho menegaskan PWI Kota Bogor berkomitmen mempromosikan para peserta dan pemenang lomba melalui jejaring media yang tergabung dalam PWI. Langkah ini diharapkan membuka ruang publikasi yang lebih luas bagi pelaku seni muda.

“Nantinya para juara akan dimuat di media. Harapannya, kegiatan seni ini tidak berhenti saat lomba, tetapi dikenal lebih luas oleh masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menilai kegiatan seni budaya seperti pasanggiri tari menjadi alternatif positif bagi anak-anak di tengah tingginya ketergantungan terhadap gawai. Menurutnya, prestasi di bidang seni tradisi memiliki nilai kebanggaan yang tak kalah dengan bidang lain.

“Dengan adanya sanggar dan event seperti ini, anak-anak bisa lebih fokus pada prestasi dan kreativitas. Kesenian Sunda bahkan bisa membawa mereka tampil hingga ke luar negeri. Prestasi jaipong adalah prestasi yang membanggakan,” pungkasnya.

Editor: IJS