
Harnas.id, LONDON – Suasana Ramadan terasa berbeda di pusat Kota London. Lebih dari 30.000 lampu LED ramah lingkungan menerangi Coventry Street, kawasan strategis di West End yang berada dekat Piccadilly Circus dan Leicester Square.
Instalasi bertajuk Ramadan Lights London ini kembali hadir sepanjang bulan suci hingga Idul Fitri. Ribuan lampu membentang di atas jalan, menyala setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 05.00 waktu setempat, menghadirkan nuansa hangat di tengah keramaian ibu kota Inggris.
Program ini diinisiasi oleh Aziz Foundation dan menjadi tradisi tahunan yang kini memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Peresmian penyalaan lampu dilakukan oleh Sadiq Khan, yang menyampaikan pesan inklusivitas dan kebersamaan melalui akun resminya.
Desain instalasi menampilkan pola geometris Islami serta simbol-simbol langit yang merefleksikan nilai spiritual Ramadan. Selain mempercantik lanskap kota, dekorasi ini menjadi representasi pengakuan terhadap kontribusi komunitas Muslim di Inggris.
Kehadiran Ramadan Lights tidak sekadar dekorasi musiman. Pemerintah kota dan penyelenggara menegaskan bahwa inisiatif ini adalah simbol kuat keberagaman London sebagai kota global yang merangkul berbagai budaya dan keyakinan.
Dengan tradisi ini, London disebut sebagai kota pertama di Eropa Barat yang menghadirkan dekorasi lampu udara skala besar untuk menyambut Ramadan di kawasan pusat perbelanjaan dan hiburan utama. Hal tersebut menandai babak baru dalam perayaan keagamaan yang tampil di ruang publik kota modern.
Coventry Street sendiri merupakan salah satu jalur sibuk yang menghubungkan Piccadilly Circus dan Leicester Square, dua titik ikonik London yang ramai wisatawan. Selama Ramadan, kawasan ini menjadi magnet baru bagi warga lokal maupun pelancong yang ingin menikmati atmosfer berbeda di malam hari.
Bagi pelaku usaha setempat, instalasi ini juga memberi dampak positif terhadap kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi malam. Sementara bagi masyarakat Muslim, Ramadan Lights menjadi simbol pengakuan sekaligus perayaan identitas yang dirayakan secara terbuka.
Momentum ini menunjukkan bahwa perayaan keagamaan dapat berjalan seiring dengan semangat kota kosmopolitan. Ramadan di London bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang ruang publik yang memberi tempat bagi keberagaman.
Editor: IJS




