
Harnas.id, BOGOR – Kegiatan edukatif bagi anak usia dini kembali digelar di Bogor. Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim, membuka Gebyar Prasiaga PAUD 2026 yang diikuti ratusan anak di kawasan SKI Katulampa, Bogor Timur, Selasa (7/4/2026).
Acara yang diinisiasi Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia ini menghadirkan konsep belajar sambil bermain. Sebanyak 319 anak dari enam kecamatan ambil bagian dalam berbagai aktivitas yang dirancang edukatif dan interaktif.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti tiga jenis agenda utama, yakni permainan edukatif, festival, dan perkemahan. Seluruh rangkaian diarahkan untuk membangun pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
Yantie Rachim mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini dan berharap agenda serupa dapat digelar secara rutin. Menurutnya, pendekatan belajar sambil bermain masih menjadi metode yang paling efektif untuk anak usia dini.
“Kalau bisa sering dilaksanakan, karena kegiatan ini sangat baik. Anak-anak bisa belajar sambil bermain dan perhatiannya juga bisa teralihkan dari gadget,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa melalui kegiatan seperti ini, anak tidak hanya belajar secara kognitif, tetapi juga secara sosial. Interaksi dengan teman sebaya dinilai penting dalam membentuk karakter sejak dini.
“Anak-anak juga belajar mengenal lingkungan, mengenal sesama, serta membangun interaksi sosial sejak dini,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan prasiaga dinilai sebagai bagian dari persiapan anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Pembekalan ini lebih difokuskan pada kesiapan mental dan sosial, bukan sekadar kemampuan akademik.
Menurut Yantie, anak usia PAUD sebaiknya tidak terlalu dibebani dengan tuntutan membaca, menulis, dan berhitung. Ia menilai, waktu bermain yang cukup justru membantu anak lebih siap saat memasuki tahap pendidikan berikutnya.
“Biarkan anak-anak usia dini memiliki waktu bermain yang cukup. Dengan begitu, saat masuk SD mereka tidak merasa jenuh dan dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih baik,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai. Anak di bawah usia 16 tahun, menurutnya, perlu pendampingan ketat dalam penggunaan media sosial maupun gim daring.
“Peran orang tua dan tenaga pendidik sangat penting dalam melakukan pendampingan terhadap anak,” tegasnya.
Editor: IJS










