Harnas.id, BOGOR — Polemik kerusakan fasilitas olahraga di Kota Bogor masih menjadi perhatian publik. Kondisi sejumlah sarana yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), termasuk Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Utara, memunculkan pertanyaan terkait penganggaran pemeliharaan.
Kerusakan yang terjadi disebut dipicu kombinasi faktor bencana dan korosi pada struktur besi penyangga. Namun, isu ketiadaan anggaran maintenance turut mencuat setelah disebut adanya pencoretan saat proses pengajuan.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Denny Mulyadi, membantah adanya pencoretan anggaran pemeliharaan oleh pihaknya.
“TAPD tidak pernah melakukan pencoretan terhadap anggaran pemeliharaan, meski baru-baru ini ada kebijakan pergeseran anggaran akibat berkurangnya dana transfer pusat,” ujar Denny, Rabu (8/4).
Ia menjelaskan, peran TAPD lebih pada menentukan proporsi anggaran untuk masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sementara penentuan prioritas penggunaan anggaran menjadi kewenangan masing-masing dinas.
“Jadi mestinya OPD yang harus menentukan terkait mana yang menjadi prioritas. Kalau pemeliharaan masuk prioritas harus dianggarkan,” ucap mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor itu.
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, meminta adanya audit terhadap proyek-proyek Dispora, termasuk GOM Bogor Utara di Kelurahan Cimahpar.
Ia mengungkapkan, berdasarkan penjelasan Dispora, kerusakan seperti ambruknya pagar lapangan mini soccer terjadi karena tidak adanya pemeliharaan akibat keterbatasan anggaran.
“Tidak ada maintenance karena menurut Dispora, anggaran pemeliharaan selalu dicoret saat diajukan. Sehingga kerusakan kecil lama-lama berimbas makin besar,” kata Fajar.
Selain itu, Dispora juga menunjukkan adanya status bencana di kawasan Cimahpar yang ditetapkan oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Meski demikian, DPRD menilai upaya pemeliharaan tetap harus menjadi perhatian utama. Fasilitas olahraga dinilai memiliki peran penting bagi masyarakat sehingga aspek keamanan tidak bisa diabaikan.
“Walau demikian, kami tetap meminta agar Dispora bisa tetap mengupayakan maintenance. Sebab, ini adalah fasilitas yang digunakan masyarakat,” ujar Fajar.
Sorotan juga mengarah pada fasilitas Kolam Renang Mila Kencana. Dispora disebut berencana memasang karpet anti slip guna mengantisipasi risiko kecelakaan akibat permukaan yang licin.
“Mereka janji mau segera memasang karpet anti slip. Kami berharap Dispora bisa lebih peka dalam memperhatikan keamanan masyarakat,” ucap Fajar.
Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S Rasmana, mengakui bahwa kerusakan di GOM dipicu oleh dua faktor utama, yakni minimnya pemeliharaan serta dampak kondisi alam.
“Jadi ada dua penyebab permasalahan di GOM. Pertama, kalau kita lihat di pipa penyangga pagar itu sudah rusak, sehingga menyebabkan air masuk dan terjadi korosi,” jelasnya.
Terkait Kolam Renang Mila Kencana, Anas memastikan pihaknya akan segera merealisasikan pemasangan karpet anti slip. Ia juga tengah mencari sumber anggaran alternatif agar kebutuhan tersebut dapat segera terpenuhi.
“Kami akan carikan anggarannya. Untuk harga karpetnya hanya sekitar Rp6 juta saja,” tandasnya.
Polemik ini mencerminkan pentingnya sinkronisasi antara perencanaan anggaran dan pelaksanaan di lapangan. Kejelasan prioritas dinilai menjadi kunci agar fasilitas publik tetap terjaga dan aman digunakan masyarakat.
Editor: IJS











