BAZNAS Siapkan 21 Pos Mudik di Jalur Jawa, Pemudik Bisa Istirahat Gratis

BAZNAS RI melepas Tim Siaga Pos Mudik 2026 yang akan bertugas melayani pemudik di berbagai jalur utama Pulau Jawa. Foto: dok. BAZNAS
BAZNAS RI melepas Tim Siaga Pos Mudik 2026 yang akan bertugas melayani pemudik di berbagai jalur utama Pulau Jawa. Foto: dok. BAZNAS

Harnas.id, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melepas Tim Siaga Pos Mudik BAZNAS 2026 yang akan bertugas melayani pemudik di berbagai jalur utama Pulau Jawa. Pelepasan tim dilakukan di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS memberikan pelayanan kepada masyarakat selama musim mudik Lebaran. Layanan tersebut secara khusus menyasar pemudik yang termasuk dalam kategori asnaf Ibnu Sabil, yakni orang yang sedang melakukan perjalanan.

Pada tahun ini, BAZNAS menyiapkan 21 titik pos mudik yang tersebar di sejumlah wilayah strategis. Pos tersebut berada di Provinsi Banten sebanyak dua titik, Jawa Barat sepuluh titik, Jawa Tengah dan DIY enam titik, serta Jawa Timur dua titik.

Seluruh pos mudik akan beroperasi selama sepuluh hari, mulai H-5 hingga H+5 Lebaran. Kehadiran pos tersebut diharapkan dapat membantu pemudik beristirahat sekaligus memulihkan kondisi fisik sebelum melanjutkan perjalanan.

Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi menjelaskan bahwa pos mudik ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar para pemudik selama perjalanan.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Para pemudik pasti sangat membutuhkan tempat istirahat yang nyaman dan pelayanan yang memungkinkan mereka memulihkan tenaga,” ujar Zainut dalam sambutannya.

Ia menambahkan, BAZNAS ingin menghadirkan layanan yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat selama perjalanan mudik.

“BAZNAS hadir memberikan pelayanan yang dibutuhkan para pemudik agar perjalanan mereka tetap nyaman dan aman,” katanya.

Berbagai fasilitas disediakan di pos mudik tersebut dan dapat digunakan secara gratis. Di antaranya penyediaan makanan ringan dan takjil, dapur air, layanan sahur, serta ruang laktasi bagi ibu menyusui.

Selain itu, tersedia pula ruang ramah anak, layanan pijat gratis, fasilitas kesehatan, musala, toilet, hingga tempat pengisian daya ponsel. Pemudik juga dapat memanfaatkan akses internet melalui layanan wifi yang tersedia di beberapa titik.

Menurut Zainut, pemilihan lokasi pos mudik yang berfokus di Pulau Jawa didasarkan pada hasil evaluasi kepadatan arus mudik setiap tahunnya. Jalur di wilayah tersebut masih menjadi konsentrasi utama pergerakan pemudik nasional.

“Kami fokus pada wilayah dengan konsentrasi pemudik tertinggi agar pelayanan lebih optimal. Ini adalah kerja bersama secara nasional antara BAZNAS pusat, provinsi hingga kabupaten/kota,” jelasnya.

Sebanyak 280 personel disiagakan untuk mengoperasikan pos mudik tersebut. Mereka terdiri dari relawan serta anggota BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dari berbagai daerah.

Para relawan ini bertugas memberikan pelayanan langsung kepada pemudik, mulai dari membantu kebutuhan dasar hingga memberikan bantuan kesehatan ringan bagi pemudik yang mengalami kelelahan.

Zainut juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan mudik. Ia meminta pemudik memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum melakukan perjalanan jauh.

“Jaga kesehatan dan pastikan kendaraan dalam kondisi prima. Jangan segan untuk mampir di pos kami agar kami bisa memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Acara pelepasan Tim Siaga Pos Mudik BAZNAS 2026 ditandai dengan penyematan atribut kepada perwakilan petugas yang akan bertugas di lapangan.

Sejumlah pimpinan BAZNAS RI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Saidah Sakwan, Ending Syarifuddin, Neyla Saida Anwar, Deputi I Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta, serta Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan KH Imdadun Rahmat.

Melalui program ini, BAZNAS berharap keberadaan pos mudik dapat membantu masyarakat menjalani perjalanan Lebaran dengan lebih aman, nyaman, dan tetap dalam kondisi sehat hingga sampai di kampung halaman.

Editor: IJS