
Harnas.id, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah Jawa Barat berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat pada Senin (9/3/2026). Kondisi cuaca tersebut dipicu dinamika atmosfer yang dipengaruhi kemunculan bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.
Dalam rilis resmi BMKG, disebutkan bahwa sistem atmosfer tersebut meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah, termasuk Bandung dan daerah sekitarnya. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sepanjang hari.
Prakirawan BMKG, Diahayu, menjelaskan pihaknya saat ini memantau keberadaan bibit siklon tropis 93S di Samudera Hindia, tepatnya di selatan Lampung. Sistem tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 30 knot dengan tekanan udara minimum 999 hPa.
Meski demikian, BMKG menilai potensi bibit siklon tersebut berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 jam ke depan masih tergolong rendah. Dalam proyeksi yang sama, sistem ini diperkirakan justru melemah dengan kecepatan angin turun menjadi sekitar 25 knot dalam periode 48 hingga 72 jam.
Kendati peluang penguatan relatif kecil, keberadaan bibit siklon 93S tetap memberi dampak terhadap dinamika atmosfer di wilayah Indonesia. Sistem ini memicu terbentuknya aliran angin kencang di lapisan bawah atau low level jet serta membentuk area konvergensi di Samudera Hindia selatan Lampung.
Selain itu, BMKG juga memantau bibit siklon tropis lain yakni 95W yang terdeteksi di Samudera Pasifik, tepatnya di utara Papua. Bibit siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot dengan tekanan udara minimum 1006 hPa.
Sama seperti 93S, sistem 95W juga diperkirakan memiliki potensi rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam dua hari ke depan. BMKG memperkirakan sistem ini akan melemah secara bertahap dalam dua hingga tiga hari mendatang.
Tidak hanya dua bibit siklon tropis tersebut, BMKG juga mengidentifikasi adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh serta di Laut Sulawesi. Kondisi ini membentuk daerah konvergensi atau pertemuan angin yang memanjang dari perairan barat Aceh hingga wilayah daratan Aceh, serta di sekitar Laut Sulawesi.
Menurut Diahayu, kombinasi dari berbagai dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Hal ini membuat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat tetap perlu diwaspadai.
BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah, termasuk Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain yang ditandai dengan warna kuning pada peta peringatan dini BMKG.
Untuk kota-kota besar, BMKG memprakirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Bandar Lampung dan Banjarmasin. Sementara hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di Bengkulu, Jakarta, Bandung, Semarang, serta Tanjung Selor.
Adapun hujan ringan diprakirakan terjadi di Medan, Padang, Pangkal Pinang, Palembang, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Samarinda, dan Palangka Raya. Sementara kondisi berawan tebal diprediksi terjadi di Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pekanbaru, dan Jambi.
Di wilayah Indonesia bagian timur, BMKG memprediksi hujan disertai petir berpotensi terjadi di Merauke. Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan mengguyur Kupang, Mamuju, dan Makassar, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di Denpasar, Mataram, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, hingga Jayawijaya.
Editor: IJS










