Kasad Ingatkan Lemhanas: Program Pemerintah Bukan Wacana, Harus Jalan di Lapangan

Kasad memberikan pembekalan kepada peserta pendidikan Lemhanas di Jakarta. Foto: Dispenad
Kasad memberikan pembekalan kepada peserta pendidikan Lemhanas di Jakarta. Foto: Dispenad

Harnas.id, JAKARTA – Maruli Simanjuntak menegaskan pentingnya dukungan konkret terhadap program pemerintah oleh seluruh unsur bangsa. Hal ini disampaikannya saat memberikan pembekalan kepada peserta pendidikan pimpinan di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas), Selasa (8/4/2026).

Pembekalan tersebut diikuti peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII dan Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX. Total peserta mencapai 189 orang, terdiri dari unsur TNI, Polri, kementerian, lembaga pemerintah, badan usaha, hingga organisasi masyarakat.

Dalam arahannya, Kasad menekankan bahwa setiap elemen harus memahami peran dan prioritas masing-masing dalam mendukung kebijakan pemerintah. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program tidak berhenti di tataran perencanaan.

Ia juga menyoroti besarnya potensi sumber daya Indonesia yang perlu diimbangi dengan inovasi. Tanpa penguatan inovasi di berbagai sektor, potensi tersebut dinilai belum optimal dalam mendukung pertahanan negara maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kasad menjelaskan bahwa pembangunan kekuatan TNI Angkatan Darat harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Tujuannya untuk membentuk postur pertahanan yang modern, profesional, dan adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis.

Selain aspek pertahanan, dukungan terhadap kebijakan Presiden juga menjadi perhatian utama. Menurutnya, seluruh kebijakan yang bertujuan meningkatkan pendapatan negara dan kesejahteraan masyarakat harus dijalankan secara konsisten.

Di sisi lain, TNI AD juga terus berperan langsung dalam membantu masyarakat melalui berbagai program sosial. Beberapa di antaranya meliputi ketahanan pangan, penyediaan air bersih, hingga pembangunan sistem pengairan untuk sektor pertanian dan perkebunan.

“Kita sudah buat sekitar 6.000 sumber air di seluruh Indonesia dan akan terus kita jalankan. Data kita, sekitar 27 juta masyarakat belum menikmati air bersih,” ujar Kasad.

Dalam penanganan bencana, TNI AD disebut bergerak cepat untuk memastikan masyarakat terdampak tidak berlarut dalam kesulitan. Respons cepat ini menjadi bagian dari peran TNI dalam menjaga stabilitas sosial di tengah situasi darurat.

Sementara di bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista), pengembangan teknologi terus dilakukan. Kasad menilai kemampuan dalam negeri perlu ditingkatkan agar Indonesia mampu memproduksi peralatan pertahanan secara mandiri.

“Kita sudah harus siapkan, anak-anak kita sudah mampu membuat peralatan tempur yang juga dimiliki negara lain,” imbuhnya.

Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan nasional. Diharapkan, para peserta mampu menerjemahkan kebijakan strategis menjadi langkah nyata di lapangan sesuai dengan bidang masing-masing.

Editor: IJS