Khofifah Lantik 278 Pengurus IKA UNAIR, Alumni Diminta Tak Sekadar Kumpul

Pelantikan pengurus IKA UNAIR periode 2025–2030 di Surabaya. Foto: Humas IKA UNAIR
Pelantikan pengurus IKA UNAIR periode 2025–2030 di Surabaya. Foto: Humas IKA UNAIR

Harnas.id, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik Pengurus Wilayah, Komisariat, dan Pengurus Cabang Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) periode 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Plaza Airlangga Surabaya, Rabu (8/4) malam.

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi alumni lintas generasi dan profesi. Sekaligus memperkuat posisi IKA UNAIR sebagai kekuatan sosial, intelektual, dan profesional yang relevan dengan perkembangan zaman.

Berdasarkan Surat Keputusan yang dibacakan Sekretaris Jenderal IKA UNAIR Indra N. Fauzi, total 278 pengurus resmi dilantik. Struktur tersebut mencakup Pengurus Wilayah Jawa Timur, Komisariat, serta Pengurus Cabang Malang Raya, Bangkalan, dan Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa alumni UNAIR memiliki modal besar untuk berkontribusi dalam pembangunan. Modal tersebut mencakup jejaring profesional, kekuatan intelektual, serta pengaruh sosial di berbagai sektor.

“Kita sebagai alumni punya modal sosial, intelektual, juga jejaring profesional yang sangat kuat. Maka, peran kita dalam pembangunan itu sangat vital,” ujarnya.

Ia menilai, jika potensi tersebut dikelola secara sistematis, alumni bisa menjadi penggerak kolaborasi lintas sektor. Peran ini dinilai penting untuk menyatukan keilmuan dengan pengalaman profesional di lapangan.

“Jika ikatan alumni kita dikelola secara sistematis, maka kita bisa jadi orkestrator kolaborasi yang menyatukan keilmuan dan pengalaman profesional,” tambahnya.

Khofifah juga menyoroti pentingnya kontribusi alumni dalam mendukung kebijakan publik. Menurutnya, kebijakan yang berbasis riset dan data menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa peran alumni tidak boleh berhenti di lingkungan akademik. Alumni diharapkan hadir sebagai mitra strategis negara dalam menjalankan program prioritas nasional.

“Maka, IKA UNAIR tidak hanya menjadi bagian dari ekosistem akademik, tetapi juga harus hadir sebagai mitra strategis dalam menyukseskan program-program prioritas nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan alumni dapat mempercepat pembangunan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga transformasi digital. Hal ini dinilai penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Khofifah pun berharap pengurus yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan integritas. Ia menekankan pentingnya kontribusi nyata, bukan sekadar simbol organisasi.

“Saya percaya saudara-saudara akan mampu memainkan peran strategis dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IKA UNAIR Bambang Sektiari Lukiswanto menyebut kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan internal organisasi. Tidak hanya pelantikan, tetapi juga konsolidasi dan penyelarasan program kerja.

Ia menekankan tiga prinsip utama yang harus dipegang pengurus, yakni koordinatif, kolaboratif, dan adaptif. Ketiganya dinilai penting agar organisasi mampu menjawab tantangan lintas sektor.

“Ada tiga hal penting yang harus selalu kita pedomani, yaitu koordinatif, kolaboratif, dan adaptif,” ujarnya.

Menurut Bambang, pendekatan tersebut akan mempermudah kontribusi alumni dalam menyelesaikan berbagai persoalan, baik di tingkat nasional maupun global.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR Mochammad Amin Alamsjah menyampaikan apresiasi atas terbentuknya wadah yang semakin solid. Ia menilai organisasi alumni memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antaranggota.

“Alhamdulillah, kita punya wadah untuk kegiatan yang lebih baik lagi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan soft launching aplikasi IKA UNAIR. Aplikasi ini dirancang untuk mendata alumni secara lebih akurat berbasis teknologi digital.

Ke depan, data alumni akan terintegrasi dalam satu sistem, termasuk identitas dan nomor keanggotaan. Langkah ini diharapkan mempermudah koordinasi serta memperkuat jaringan alumni secara nasional.

Editor: IJS