
Harnas.id, BOGOR – Sejumlah proyek di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor terus menjadi perhatian publik. Sorotan datang dari pengamat kebijakan publik, Dwi Arsywendo, yang mempertanyakan kualitas pengawasan terhadap pekerjaan fisik yang telah diselesaikan.
Menurut Dwi, tahapan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima awal pekerjaan seharusnya menjadi momen krusial untuk memastikan kualitas proyek sesuai kontrak. Ia menilai, pemeriksaan pada tahap tersebut diduga tidak berjalan optimal.
“Yang menjadi pertanyaan, bukan hanya pengawasan saat pekerjaan dilaksanakan. Tapi bagaimana saat pelaksanaan PHO. Apa tidak dicek dulu. Ini kan janggal, begitu selesai Berita Acara Serah Terima (BAST) ada masalah,” ujarnya, Senin (6/4).
Dwi menjelaskan, dalam proses PHO, Dispora seharusnya melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari aspek visual, administrasi, hingga uji fungsi. Selain itu, pencatatan punch list atau daftar perbaikan juga menjadi bagian penting sebelum proyek dinyatakan selesai.
“Artinya kalau BAST sudah dibuat, Dispora menganggap PHO telah selesai 100 persen secara administrasi dan teknis,” katanya.
Ia juga menyoroti tahap Final Hand Over (FHO) atau serah terima akhir, terutama pada proyek Kolam Renang Mila Kencana dan GOR Indoor A. Menurutnya, perlu ditelusuri apakah sejak awal sudah ada upaya koreksi dari pihak dinas.
“Ini bagaimana saat FHO-nya. Apa dari awal tidak ada upaya koreksi dari dinas,” ungkap Dwi.
Atas kondisi tersebut, Dwi mendorong Wali Kota Bogor untuk melakukan evaluasi terhadap jajaran Dispora. Ia menilai proyek-proyek tersebut merupakan pekerjaan strategis yang menggunakan anggaran publik.
“Wali Kota harus melakukan evaluasi. Mengingat proyek yang ada di Dispora adalah paket pekerjaan strategis yang menggunakan uang rakyat,” tegasnya.
Sebelumnya, berbagai temuan teknis mencuat di sejumlah fasilitas olahraga. Di Kolam Renang Mila Kencana, ditemukan keramik yang licin dan tidak seragam, serta pemasangan besi lintasan yang dinilai tidak sesuai. Sementara itu, bangku di GOR Indoor A yang baru direhabilitasi juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Temuan ini diperkuat hasil inspeksi mendadak (sidak) Komisi IV DPRD Kota Bogor ke GOM Bogor Utara dan GOR Pajajaran. Ketua Komisi IV, Fajar Muhamad Nur, bahkan membantah klaim kerusakan akibat cuaca ekstrem.
“Menurut kami setelah cek di lapangan, ini bukan force majeure, melainkan kesalahan konstruksi yang perlu segera diperbaiki. Kami melihat kualitas material yang ada itu kurang standar,” ujarnya.
Komisi IV juga menyoroti lemahnya pengawasan selama proyek berlangsung. DPRD mempertanyakan alasan anggaran tetap dicairkan jika pekerjaan tidak sesuai spesifikasi.
“Kenapa kalau tidak sesuai standar, uangnya tetap dikeluarkan? Kami akan minta keterangan Dispora dan merekomendasikan audit internal,” tegas Fajar.
Di Kolam Renang Mila Kencana, Sekretaris Komisi IV, Subhan, menemukan sejumlah kekurangan teknis, termasuk keramik licin dan fasilitas starting block yang belum memadai. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Anggota Komisi IV, Mulyani, turut menyoroti aspek keselamatan pengunjung, khususnya anak-anak. Ia menemukan bagian kolam dengan batu lepas dan tajam yang berisiko melukai pengguna.
“Harus ada tindak lanjut segera agar masyarakat merasa nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Banu Lesmana Bagaskara mengingatkan agar revitalisasi kawasan GOR Pajajaran tetap memperhatikan keberadaan pelaku UMKM. Ia meminta agar ruang usaha tetap disediakan dan diberdayakan.
Menanggapi berbagai temuan tersebut, Kepala Dispora Kota Bogor, Anas Rasmana, menyatakan pihaknya terbuka terhadap masukan DPRD. Ia menjelaskan perbaikan dilakukan secara bertahap, termasuk penanganan keramik licin di Mila Kencana.
“Solusinya, kami akan segera memasang karpet anti-slip dan menambah fasilitas duduk untuk atlet,” jelas Anas.
Terkait insiden di GOM Bogor Utara, Dispora juga akan melakukan audit internal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab kerusakan, apakah akibat faktor teknis atau kondisi lain di lapangan.
“Kami akan lakukan audit internal terlebih dahulu untuk mengetahui penyebabnya, apakah murni bencana atau ada ketidaktepatan konstruksi,” pungkasnya.
Editor: IJS
6. Judul Foto
Kondisi fasilitas olahraga di Bogor yang menjadi sorotan terkait kualitas proyek Dispora










