LAGASPEGRIONE 2026 Digelar di Semarang, Ajang Pramuka Sekaligus Latih Karakter

Peserta menerima piala penghargaan pada penutupan LAGASPEGRIONE 2026 di SMP PGRI 1 Plus Semarang. Foto: Istimewa
Peserta menerima piala penghargaan pada penutupan LAGASPEGRIONE 2026 di SMP PGRI 1 Plus Semarang. Foto: Istimewa

Harnas.id, SEMARANG – Kegiatan kepramukaan kembali menjadi ruang pembinaan generasi muda di Semarang. Gerakan Pramuka Gugus Depan 01.025-01.026 Pangkalan SMP PGRI 1 Plus Semarang menggelar Lomba Galang se-Kota Semarang bertajuk LAGASPEGRIONE 2026.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (11/4/2026) dengan melibatkan sekitar 240 peserta dari berbagai sekolah tingkat SD/MI. LAGASPEGRIONE sendiri merupakan penyelenggaraan kedua sejak pertama kali digelar pada 2025.

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh jajaran pembina, guru, tamu undangan, serta dewan juri. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan dukungan terhadap pembinaan karakter melalui kegiatan kepramukaan.

Ketua YPLP DM PGRI Jawa Tengah Cabang Kota Semarang, Mukhlis, menyampaikan pesan motivasi kepada para peserta. Ia mengapresiasi seluruh panitia dan peserta atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada peserta dan panitia, kepada adik-adik selamat berlomba dengan penuh semangat,” ujarnya.

Sementara itu, Kamabigus SMP PGRI 1 Plus Semarang, Wiwik Widayati, menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada prestasi. Menurutnya, LAGASPEGRIONE juga menjadi sarana penting dalam pembinaan karakter generasi muda.

“Selain meningkatkan prestasi, LAGASPEGRIONE ini bertujuan untuk membina karakter generasi sekarang, dan kegiatan ini akan terus kami adakan di tahun depan,” ungkapnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, lomba mengusung tema pelestarian kebudayaan. Berbagai materi lomba disusun untuk mengasah keterampilan individu maupun kelompok peserta.

Salah satu materi lomba adalah melukis dengan tema seni dan budaya. Kegiatan ini menuntut kreativitas peserta dalam menuangkan ide melalui karya visual.

Selain itu, terdapat pula pentas seni yang menguji kekompakan dan kemampuan tampil setiap regu. Penampilan tari dan seni menjadi bagian dari penilaian dalam kompetisi tersebut.

Koordinator lapangan, Putra Ardiansyah, menyebut kegiatan ini juga memiliki fungsi sosial. Selain kompetisi, ajang ini menjadi ruang silaturahmi antaranggota pramuka penggalang di Kota Semarang.

“Kami membutuhkan wadah bertemunya para pembina dan anggota pramuka penggalang SD/MI. Ini penting untuk mempererat persaudaraan,” ujarnya.

Meski sempat diwarnai hujan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga penutupan. Hal ini menunjukkan kesiapan panitia dalam mengelola kegiatan secara menyeluruh.

Dalam hasil akhir lomba, SDN Pudakpayung 03 Semarang berhasil meraih juara umum. Sementara itu, SDN Pandean Lamper 05 Semarang dinobatkan sebagai juara favorit.

Editor: IJS