Mandalika Dibuka Buat Umum, Eks Pembalap Dunia Ikut Turun Lintasan: Track Day Makin Dilirik

Aktivitas peserta saat track day Ride in Track di Sirkuit Mandalika. Foto: MGPA
Aktivitas peserta saat track day Ride in Track di Sirkuit Mandalika. Foto: MGPA

Harnas.id, MANDALIKA – Pertamina Mandalika International Circuit kembali menunjukkan daya tariknya sebagai pusat aktivitas motorsport nasional. Melalui gelaran track day bertajuk Ride in Track pada 4–5 April 2026, sirkuit ini tidak hanya menjadi arena balap, tetapi juga ruang belajar bagi pecinta roda dua.

Selama dua hari pelaksanaan, antusiasme peserta terlihat meningkat. Pada hari pertama, sebanyak 21 peserta ambil bagian, termasuk lima pembalap lokal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang difasilitasi oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB.

Memasuki hari kedua, jumlah peserta bertambah menjadi 24 orang. Kenaikan ini mencerminkan minat yang terus tumbuh terhadap kegiatan track day, baik dari komunitas maupun pembalap daerah yang ingin mengasah kemampuan di lintasan berstandar internasional.

Salah satu sorotan utama datang dari kehadiran Mark Aitchison. Mantan pembalap World Superbike tersebut tidak hanya menjajal lintasan, tetapi juga berbagi pengalaman kepada para peserta.

“Saya merasakan langsung sensasi berkendara di Mandalika Circuit untuk pertama kali. Saya seorang pembalap World Superbike dan pernah tampil di British Superbike. Saya sudah banyak menjalani balapan di berbagai ajang di seluruh dunia selama bertahun-tahun, dan sekarang saya menjalankan akademi balap yang saya kelola sendiri,” ujarnya.

Aitchison menilai karakter lintasan Mandalika memiliki kualitas tinggi dengan nuansa sirkuit Eropa. Menurutnya, pengalaman berkendara di Lombok memberikan kesan berbeda sekaligus menyenangkan.

“Menurut saya, sirkuit yang indah ini terasa seperti sirkuit di Eropa, yang sangat menarik bagi saya. Saya belum pernah berada di sini sebelumnya, jadi ini pengalaman yang sangat menyenangkan. Saya menikmati Lombok yang indah, dan saya menantikan untuk kembali lagi ke sini, mengajar para rider, serta berada di sirkuit yang luar biasa ini,” ungkapnya.

Selain pembalap profesional, kegiatan ini juga menarik perhatian kreator konten otomotif. Salah satunya Untung Prasetyadi atau dikenal sebagai Fumio Prasetya.

Dalam testimoninya, Fumio mengaku terkesan setelah mencoba lintasan Mandalika selama dua hari. “Nama saya Fumio Prasetya, saya dari Kebumen, Jawa Tengah. Jauh-jauh ke sini untuk pertama kalinya mencoba sirkuit Mandalika. Ini luar biasa banget. Ini hari kedua karena kemarin saya sudah mencoba juga. Alhamdulillah feeling-nya dapat banget. Sudah sampai di titik ini, saya bangga sekali bisa menjajal lintasan Mandalika,” katanya.

Ia juga mengapresiasi profesionalisme penyelenggara, mulai dari tim medis, marshal, hingga manajemen acara. Menurutnya, pengalaman track day di Mandalika kini semakin mudah diakses oleh masyarakat luas.

“Buat kalian yang ingin mencoba sirkuit Mandalika tapi tidak punya motor balap atau perlengkapan, tenang saja. Tinggal ikut program yang tersedia, sudah ada fasilitas sewa motor, wearpack, dan helm. Jadi semua orang bisa merasakan sensasi seperti pembalap MotoGP di sini,” tambahnya.

Kegiatan ini menegaskan bahwa Mandalika tidak hanya berfungsi sebagai tuan rumah ajang balap internasional, tetapi juga sebagai pusat pembinaan komunitas motorsport. Interaksi antara pembalap profesional dan peserta menjadi nilai tambah yang memperkuat aspek edukasi.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menyatakan bahwa track day merupakan bagian dari strategi pengembangan ekosistem motorsport.

“Kami terus berkomitmen menjadikan Mandalika bukan hanya sebagai venue balap internasional, tetapi juga sebagai rumah bagi komunitas motorsport. Kegiatan track day seperti Ride in Track ini membuka peluang bagi masyarakat luas untuk merasakan langsung pengalaman berkendara di sirkuit kelas dunia,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan komunitas lokal dalam mendorong lahirnya talenta baru. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran komunitas dan pembalap NTB dalam kegiatan ini. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendorong lahirnya talenta-talenta baru dari daerah yang bisa berkembang hingga level nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Ke depan, MGPA berencana terus membuka akses dan memperluas partisipasi publik. Mandalika diarahkan menjadi pusat motorsport yang inklusif, edukatif, dan berkelanjutan.

Editor: IJS