Harnas.id, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap menimbulkan masalah keracunan, usai para siswa menyantap menu yang dibilang bergizi, meskipun program MBG menimbulkan banyak korban namun pemerintah tidak pernah mendengar rintihan rakyat.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir yang sangat peduli dan lantang menyuarakan keadilan untuk kepentingan rakyat.
“Pemerintah Pusat sudah buta dan tuli dengan peristiwa dari berbagai daerah yang menyebabkan ratusan siswa keracunan usai menyantap MBG,” ungkap Mukhsin, di Jakarta, Rabu (28/01/2026).
Program MBG yang diharapkan Presiden Prabowo dapat mencerdaskan anak bangsa sudah melenceng jauh dari harapan, bahkan uang yang sudah menyerap sampai Triliunan rupiah seperti sia-sia.
“Uang rakyat sudah tersedot sekian Triliun buat MBG, ,tapi nyawa siswa bertambah korban dari MBG,” lanjutnya.
Hasil dari pengamatan Matahukum, awal tahun 2026 bulan Januari sudah mencapai ribuan siswa keracunan dari berbagai daerah seperti, Tomohon Manado, Lombok Timur, Tuban, Cianjur, Tulungagung, Majene, Grobogan, Cikalongkulon, Semarang, Montong, Agam Sumbar, Playen Gunung Kidul, Montong Tuban.
Editor : hd










