
Harnas.id, SEMARANG – Menghadapi arus mudik Lebaran 2026, Polda Jawa Tengah menyiapkan sejumlah inovasi pelayanan bagi masyarakat yang melintas di wilayah tersebut. Pendekatan pelayanan ini dikemas melalui konsep Safety and Hospitality untuk memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Salah satu inovasi utama yang disiapkan adalah Travel Assistance Corridor (TAC), sistem pelayanan dan pengamanan mudik terpadu yang terhubung dengan pusat pemantauan berbasis dashboard secara real-time.
Kapolda Jawa Tengah Ribut Hari Wibowo menjelaskan, TAC dirancang sebagai pusat integrasi layanan selama arus mudik berlangsung. Melalui sistem ini, petugas dapat memantau kondisi lalu lintas sekaligus merespons kebutuhan masyarakat secara cepat di lapangan.
“Melalui TAC, kondisi arus lalu lintas dan pelayanan kepada masyarakat dapat dipantau secara real-time sehingga kami dapat memastikan perjalanan masyarakat yang melintas di Jawa Tengah berlangsung aman dan nyaman,” ujarnya.
Selain pemantauan lalu lintas, Polda Jateng juga menghadirkan sejumlah program layanan bagi pemudik. Salah satunya adalah layanan Valet and Ride, yang memungkinkan sepeda motor pemudik diangkut menggunakan kendaraan khusus dari wilayah Brebes menuju Semarang.
Dengan skema tersebut, pemudik dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bus, sehingga perjalanan jarak jauh menjadi lebih aman dan tidak terlalu melelahkan.
Layanan lain yang juga disiapkan adalah One Stop Service yang tersedia di sejumlah Posko Pelayanan Mudik. Di lokasi ini, masyarakat bisa mendapatkan berbagai layanan sekaligus, mulai dari fasilitas kesehatan, tempat beristirahat, informasi perjalanan, hingga pelayanan kepolisian.
Untuk mendukung akses informasi yang lebih cepat, Polda Jateng juga meluncurkan layanan digital bernama Chat Sipolan atau Sistem Informasi Polantas Polda Jateng.
Layanan berbasis kecerdasan buatan ini dapat diakses masyarakat selama 24 jam melalui aplikasi WhatsApp. Melalui Chat Sipolan, masyarakat dapat memperoleh informasi kondisi lalu lintas terkini, jalur alternatif, lokasi rest area, hingga informasi pos pelayanan dan nomor darurat.
Layanan tersebut juga terintegrasi dengan layanan darurat Polri melalui Call Center 110, sehingga masyarakat dapat segera menghubungi petugas apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Jhonny Edison Isir menilai inovasi layanan tersebut menunjukkan upaya Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya selama periode mudik.
“Inovasi seperti Travel Assistance Corridor hingga Chat Sipolan berbasis AI menunjukkan komitmen Polri untuk menghadirkan pelayanan yang lebih modern dan adaptif sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi perjalanan secara cepat dan akurat,” kata dia.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Polri berharap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan lebih efektif dalam menjaga kelancaran arus mudik.
Selain itu, pelayanan yang lebih terintegrasi diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman saat Lebaran.
Editor: IJS










