Ojol Mengaji Bahas Masa Depan Gerakan, Ingin Bangun Masjid untuk Para Driver

Diskusi komunitas Ojol Mengaji bersama Hidayatullah Jakarta Selatan saat membahas pengembangan gerakan dan gagasan pembangunan masjid bagi driver ojek online. Foto: Istimewa
Diskusi komunitas Ojol Mengaji bersama Hidayatullah Jakarta Selatan saat membahas pengembangan gerakan dan gagasan pembangunan masjid bagi driver ojek online. Foto: Istimewa

Harnas.id, JAKARTA – Komunitas Ojol Mengaji mulai didorong untuk menyusun arah gerakan yang lebih terstruktur setelah enam tahun berjalan. Gagasan tersebut mencuat dalam forum buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan diskusi komunitas di Poltangan Southgate, markas Hidayatullah Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).

Dalam forum tersebut, para pengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas ini berbagi pengalaman sekaligus membahas rencana pengembangan kegiatan ke depan. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah membangun masjid yang ramah bagi para driver ojek online.

Pengurus Komunitas Ojol Mengaji, Virqi Khebot, menjelaskan bahwa komunitas ini telah berjalan sejak 2019. Awalnya kegiatan mengaji rutin dilaksanakan setiap hari dengan pendampingan dari pengurus DPD Hidayatullah Jakarta Selatan.

Namun aktivitas tersebut sempat mengalami perlambatan saat pandemi Covid-19 pada 2020. Meski begitu, komunitas ini tetap bertahan dan perlahan kembali menghidupkan berbagai kegiatan keagamaan bagi para pengemudi ojek online.

“Alhamdulillah kami juga melewati badai pandemi itu. Dulu kegiatan ini berjalan setiap hari yang dibina oleh pengurus DPD Hidayatullah Jaksel. Kami berharap ke depan bisa lebih eksis dan programnya lebih optimal,” ujar Virqi dalam Focus Group Discussion (FGD) tersebut.

Virqi juga mengungkapkan bahwa sekitar sebulan lalu komunitasnya mengunjungi Masjid Sejuta Pemuda dalam program Tadabur Alam. Dari kunjungan itu, muncul gagasan untuk menghadirkan masjid yang ramah bagi para pekerja harian seperti driver ojek online.

“Masjid Sejuta Pemuda itu buka 24 jam. Sangat ramah terhadap pekerja harian seperti kami. Dari situ muncul mimpi bersama, bagaimana kalau Ojol Mengaji juga punya masjid sendiri,” kata Virqi.

Direktur Prodaya Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Syamsudin, menilai gerakan Ojol Mengaji memiliki dampak positif bagi anggotanya. Menurutnya, kegiatan belajar Al-Qur’an dapat membentuk karakter yang lebih sabar dan kuat dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita lihat dari pengalaman yang disampaikan tadi, dampak dari belajar mengaji itu luar biasa. Orang bisa menjadi lebih sabar, lebih tenang, dan lebih kuat menghadapi kehidupan,” ujar Syamsudin.

Ia menilai nilai-nilai tersebut tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berpotensi menghadirkan perubahan sosial jika semakin banyak pengemudi ojek online yang terlibat dalam kegiatan serupa.

Syamsudin menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengarahkan secara sepihak langkah komunitas tersebut. BMH, kata dia, hanya berperan sebagai fasilitator agar berbagai ide yang muncul dari anggota komunitas dapat berkembang.

“Saya percaya yang paling tahu kebutuhan komunitas Ojol Mengaji adalah teman-teman sendiri. Kami hadir hanya untuk memfasilitasi agar harapan-harapan itu bisa terwujud,” katanya.

Ia juga mendorong komunitas tersebut mulai merumuskan visi yang lebih jelas untuk beberapa tahun ke depan. Menurutnya, gerakan yang telah berjalan selama enam tahun ini memiliki potensi untuk berkembang lebih besar jika memiliki arah yang terencana.

“Saya belum tahu Ojol Mengaji ini ingin dibawa ke mana ke depan. Tadi ada ide menarik, misalnya membangun masjid untuk para ojol. Secara branding juga menarik. Tapi apakah itu hanya bercanda atau benar-benar serius?” ujarnya.

Syamsudin menambahkan bahwa keberlanjutan sebuah gerakan tidak mungkin ditopang oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara komunitas, lembaga, dan masyarakat menjadi kunci agar gerakan ini bisa memberikan dampak yang lebih luas.

“Tidak mungkin hanya dari DPD saja, tidak mungkin hanya dari BMH saja, dan tidak mungkin hanya dari Ojol Mengaji saja. Tapi kalau potensi itu kita satukan, insyaAllah kita bisa menghadirkan gerakan yang lebih besar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Departemen Dakwah dan Pelayanan Umat DPW Hidayatullah DKI Jakarta, Rahmat Ilahi Hadist, mengajak anggota komunitas untuk tidak ragu mewujudkan cita-cita tersebut.

Ia menilai gagasan membangun masjid bagi komunitas ojek online merupakan niat baik yang patut diperjuangkan bersama.

“Hari ini hari terbaik, hari Jumat. Bulan ini juga bulan terbaik, bulan Ramadan. Maka niat baik ini insyaAllah memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah,” ujarnya.

Rahmat juga menceritakan pengalamannya saat masih menjadi mahasiswa di Jakarta. Ia pernah bekerja sebagai tukang ojek, penjual koran, hingga berdagang donat untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pengalaman tersebut membuatnya merasa dekat dengan para pengemudi ojek online yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Saya pernah jadi tukang ojek waktu kuliah di Jakarta. Jadi saya merasa tidak ada jarak dengan bapak-bapak sekalian,” katanya.

Menurut Rahmat, sebuah cita-cita besar tidak perlu dihindari hanya karena terlihat sulit. Bahkan jika masih berupa mimpi, niat tersebut tetap memiliki nilai kebaikan.

“Kita boleh bermimpi setinggi langit. Kalau pun jatuh, kita akan jatuh di antara bintang-bintang,” ujarnya.

Ia juga mengajak para anggota komunitas untuk mulai mengambil langkah kecil secara konsisten, termasuk menyisihkan sebagian rezeki untuk mewujudkan rencana pembangunan masjid bagi komunitas Ojol Mengaji.

“Misalnya dari rezeki yang kita dapatkan setiap hari, kita sisihkan sedikit untuk niat membangun masjid. Dari yang kecil itu bisa menjadi magnet yang menghadirkan kebaikan yang lebih besar,” katanya.

Rahmat menegaskan bahwa kekuatan utama komunitas terletak pada kebersamaan. Semangat persaudaraan dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun gerakan sosial berbasis komunitas.

“Kita semua ini seperti bintang. Ada yang terang, ada yang redup. Tapi ketika kita bersatu, semuanya akan bersinar. Itulah ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Melalui pertemuan tersebut, berbagai pihak berharap komunitas Ojol Mengaji dapat terus berkembang sebagai gerakan dakwah berbasis komunitas. Tidak hanya memperkuat spiritualitas para driver, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Editor: IJS