Harnas.id, BOGOR – Sejumlah proyek milik Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor menjadi sorotan DPRD. Komisi IV memanggil pihak Dispora usai menemukan berbagai persoalan di lapangan, mulai dari pagar ambruk hingga fasilitas yang dinilai kurang aman.
Pemanggilan ini dilakukan setelah Komisi IV melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi, seperti GOM Bogor Utara di Cimahpar, Kolam Renang Mila Kencana, hingga Indoor A GOR Pajajaran.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, mengatakan pihaknya meminta penjelasan sekaligus hasil audit terkait berbagai persoalan tersebut.
Menurutnya, salah satu temuan utama adalah ambruknya pagar lapangan mini soccer di GOM Bogor Utara. Berdasarkan penjelasan Dispora, kerusakan terjadi karena tidak adanya pemeliharaan rutin.
“Tidak ada maintenance karena menurut Dispora, anggaran pemeliharaan selalu dicoret saat diajukan. Sehingga kerusakan kecil lama-lama berimbas makin besar,” kata Fajar.
Selain itu, Dispora juga menunjukkan adanya status bencana di kawasan Cimahpar yang dikeluarkan oleh Wali Kota Dedie A Rachim bersama BPBD. Namun, DPRD menilai hal tersebut tidak bisa menjadi satu-satunya alasan.
“Walau demikian, kami tetap meminta agar Dispora bisa tetap mengupayakan maintenance. Sebab, ini adalah fasilitas yang digunakan masyarakat,” ujarnya.
Sorotan juga diarahkan ke Kolam Renang Mila Kencana. DPRD menilai kondisi lantai yang licin berpotensi membahayakan pengunjung.
Dispora pun berjanji akan segera melakukan perbaikan dengan memasang karpet anti slip untuk mengurangi risiko kecelakaan.
“Mereka janji mau segera memasang karpet anti slip. Kami berharap Dispora bisa lebih peka dalam memperhatikan keamanan masyarakat,” ucap Fajar.
Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S Rasmana, mengakui kerusakan di GOM terjadi akibat kombinasi minimnya perawatan dan faktor lingkungan.
“Jadi ada dua penyebab permasalahan di GOM. Pertama, kalau kita lihat di pipa penyangga pagar itu sudah rusak, sehingga menyebabkan air masuk dan terjadi korosi,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk perbaikan di Mila Kencana, pihaknya akan segera mencari sumber anggaran agar pemasangan karpet anti slip dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Kami akan carikan anggarannya. Untuk harga karpetnya hanya sekitar Rp6 juta saja,” tandasnya.
Kasus ini menyoroti pentingnya perencanaan anggaran pemeliharaan fasilitas publik. DPRD berharap ke depan Dispora dapat lebih responsif dalam menjaga kualitas dan keamanan sarana olahraga yang digunakan masyarakat.
Editor: IJS











