Sinergi Tiga Pilar: Kemendagri, Ford Foundation, dan YIB Luncurkan Pilot Project Pengolahan Limbah Berbasis Masyarakat di Parung

Kemendagri bersama Ford Foundation mendukung pengolahan limbah desa di Parung Bogor sebagai bagian pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat. Foto: Harnas.id
Kemendagri bersama Ford Foundation mendukung pengolahan limbah desa di Parung Bogor sebagai bagian pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat. Foto: Harnas.id

Harnas.id, BOGOR – Kolaborasi antara pemerintah, lembaga filantropi global, dan masyarakat desa terwujud melalui peluncuran Program Pengolahan Limbah Berbasis Masyarakat untuk Keberlanjutan di Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Kamis (5/2/2026).

Program yang digelar di Yayasan Indah Berbagi (YIB) tersebut menjadi langkah konkret pemanfaatan dana hibah internasional untuk mendorong pengelolaan limbah, ketahanan pangan, serta kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Prof. Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si., menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi stabilitas sosial.

Sinergi pemerintah, donor global, dan masyarakat melahirkan program limbah berkelanjutan di Parung Bogor guna memperkuat ketahanan pangan desa. Foto: Harnas.id
Sinergi pemerintah, donor global, dan masyarakat melahirkan program limbah berkelanjutan di Parung Bogor guna memperkuat ketahanan pangan desa. Foto: Harnas.id

“Petani adalah profesi yang paling jujur. Kalau kita menanam jagung, kita pasti akan memanen jagung. Tidak ada kebohongan di sana,” tegasnya di hadapan relawan YIB, Karang Taruna, serta kader Kampung Ramah Lingkungan dari Desa Jabon Mekar, Pamegarsari, Iwul, dan Warujaya.

Menurut Akmal, aktivitas menanam dan budidaya perikanan bukan sekadar hobi, melainkan strategi ekonomi rumah tangga. Dalam kegiatan tersebut, ia turut menanam cabai dengan konsep urban farming serta memanen ikan nila. Ia juga menilai budidaya ikan bernilai ekonomi tinggi seperti barramundi berpotensi memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“Bagaimana mungkin masyarakat akan berkonflik jika perutnya kenyang?” ujarnya.

Kemendagri dan Ford Foundation dukung pengelolaan limbah desa Parung. Foto: Harnas.id
Kemendagri dan Ford Foundation dukung pengelolaan limbah desa Parung. Foto: Harnas.id

Apresiasi untuk Yayasan Indah Berbagi

Akmal Malik turut mengapresiasi peran Yayasan Indah Berbagi dalam membangun praktik ketahanan pangan berbasis masyarakat.

“Ibaratkan sebuah oase di tengah garingnya spirit dari negara ini untuk menghadirkan praktik-praktik baik ketahanan pangan, saya melihat apa yang dilakukan oleh Yayasan Indah Berbagi adalah membangun praktik baik yang melibatkan masyarakat,” katanya.

Ia menilai YIB mampu mengelola sumber daya terbatas dengan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang belajar terbuka bagi penguatan kemandirian pangan.

“YIB membuka ruang bagi siapa saja untuk datang belajar tentang bagaimana kita membangun kemandirian, khususnya kemandirian pangan. Sekali lagi, apresiasi yang tinggi untuk Yayasan Indah Berbagi,” tambahnya.

Kolaborasi Kemendagri, Ford Foundation, dan Yayasan Indah Berbagi meluncurkan program pengelolaan limbah dan ketahanan pangan berbasis masyarakat di Parung, Kabupaten Bogor. Foto: Harnas.id
Kolaborasi Kemendagri, Ford Foundation, dan Yayasan Indah Berbagi meluncurkan program pengelolaan limbah dan ketahanan pangan berbasis masyarakat di Parung, Kabupaten Bogor. Foto: Harnas.id

Dukungan Ford Foundation dan Target Program Desa

Perwakilan Ford Foundation, Zaenudin, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Program di Parung merupakan implementasi dari Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Dalam Negeri dan Ford Foundation, yang telah aktif mendukung berbagai isu strategis sejak 1953.

Melalui skema hibah, program ini menargetkan pembentukan kader inti desa untuk mengawal praktik Reduce, Reuse, Recycle (3R), peningkatan kesadaran pemilahan sampah sejak dari sumber, serta penguatan pembangunan inklusif bagi masyarakat akar rumput.

Panen Raya Simbol Kolaborasi

Peluncuran program ditutup dengan kegiatan panen hasil urban farming dan perikanan di lingkungan YIB, meliputi sayur pakcoy, buah markisa, serta ikan nila. Momentum tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, lembaga donor, dan masyarakat dalam mendorong pengelolaan limbah berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa.

Sinergi ketiga pihak tersebut mencerminkan pendekatan pentahelix, di mana pemerintah menyediakan regulasi, lembaga donor memberikan dukungan sumber daya, dan masyarakat menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat program.

Editor: IJS