
Harnas.id, SURABAYA — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mempublikasikan hasil survei kepuasan masyarakat terhadap layanan angkutan Lebaran 2026. Penelitian ini dilakukan melalui Direktorat Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) ITS bekerja sama dengan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan RI.
Direktur Kerjasama dan Pengelolaan Usaha ITS, Tri Joko Wahyu, menjelaskan bahwa survei ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas layanan transportasi selama periode mudik Lebaran. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar perbaikan layanan transportasi di masa mendatang.
“ITS terus bersinergi mendukung kebijakan transportasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Survei dilakukan di 26 provinsi dengan melibatkan 5.105 responden. Hasilnya, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap angkutan Lebaran 2026 mencapai angka 82,15, atau meningkat 3,45 poin dibandingkan tahun 2025.
Pakar transportasi ITS, Prof Ir Hera Widyastuti, menyampaikan bahwa capaian tersebut masuk dalam kategori baik. Ia menambahkan, moda transportasi kereta api mencatat nilai tertinggi dengan IKM sebesar 94,30 dan masuk kategori sangat baik.
“IKM layanan angleb 2026 tertinggi ada pada moda kereta api dengan kategori sangat baik sebesar 94,30,” paparnya.
Meski demikian, hasil survei juga mencatat adanya sektor yang masih perlu perhatian. Moda Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) memperoleh nilai terendah dengan skor 77,48, meskipun masih dalam kategori baik.
Dari sisi aspek layanan, prasarana menjadi yang paling tinggi dengan nilai 83,31. Sementara itu, manajemen transportasi menjadi aspek dengan nilai terendah, yakni 80,93, namun tetap dalam kategori baik.
Hera menegaskan, hasil survei ini tidak hanya menunjukkan capaian, tetapi juga menjadi bahan evaluasi. Pada moda kereta api misalnya, aspek keamanan, ketepatan waktu, dan fasilitas keselamatan dinilai sudah baik dan perlu dipertahankan.
Namun, kemudahan akses tiket saat musim Lebaran masih menjadi keluhan utama pengguna. Keterbatasan tiket menjadi salah satu indikator yang perlu mendapat perhatian serius dari pembuat kebijakan.
Dalam sesi diskusi, Direktur Lalu Lintas Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Rudi Irawan, menyebut terjadi peningkatan jumlah penumpang angkutan umum. Rata-rata kenaikan tercatat sebesar 10,87 persen selama periode Lebaran.
Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi sinyal bagi pemerintah untuk mempersiapkan fasilitas transportasi yang lebih optimal. Hal ini penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode Lebaran berikutnya.
“Survei ini juga dapat meminimalisir keluhan dari masyarakat di tahun depan,” ungkapnya.
Selain sebagai bahan evaluasi kebijakan, publikasi survei ini juga mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada poin pembangunan kota berkelanjutan dan kemitraan antar lembaga.
ITS berharap hasil penelitian ini tidak berhenti sebagai laporan semata. Lebih dari itu, temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam membenahi layanan transportasi publik secara menyeluruh.
Editor: IJS










