WFH Mulai Rabu, Khofifah Ingatkan ASN: Jangan Anggap Libur Tambahan

Gubernur Khofifah Indar Parawansa memimpin apel ASN Pemprov Jatim pasca Lebaran. Foto: Dok. Biro Adpim Pemprov Jawa Timur
Gubernur Khofifah Indar Parawansa memimpin apel ASN Pemprov Jatim pasca Lebaran. Foto: Dok. Biro Adpim Pemprov Jawa Timur

Harnas.id, SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur langsung tancap gas usai libur Lebaran. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dirangkai dengan halal bihalal di halaman Kantor Sekretariat Daerah, Rabu (25/3/26).

Momentum ini tidak sekadar seremoni pasca-libur. Khofifah menegaskan, hari pertama kerja harus menjadi titik awal untuk mengembalikan ritme pelayanan publik yang sempat terhenti selama libur panjang Idul Fitri.

Dalam arahannya, Khofifah mengumumkan kebijakan baru berupa penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN setiap hari Rabu, yang mulai berlaku awal April 2026. Skema ini menjadi bagian dari langkah efisiensi energi yang selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Mulai minggu depan WFH kita dilaksanakan pada hari Rabu. Jadi Senin, Selasa, Kamis dan Jumat kita bekerja secara hadir langsung. Sistem WFH ini kita laksanakan selaras dengan kebijakan penghematan BBM dan energi dari pemerintah pusat,” tegas Khofifah.

Meski diberlakukan satu hari dalam sepekan, Khofifah mengingatkan agar WFH tidak dimaknai sebagai pelonggaran kinerja. Ia justru menuntut disiplin dan produktivitas ASN tetap terjaga, bahkan meningkat.

“Dengan sistem WFH, pelayanan publik tidak boleh berkurang. Justru kinerja harus tetap optimal dan koordinasi harus semakin kuat. Sektor pelayanan publik tertentu tetap masuk penuh,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan alasan memilih WFH ketimbang Work From Anywhere (WFA). Menurutnya, bekerja dari rumah dinilai lebih terkontrol dan memungkinkan dukungan lingkungan keluarga.

“WFH di rumah seluruh anggota keluarga bisa melakukan monitoring bahwa suami/istri hingga anggota keluarga lain bisa turut mensuport sedang bekerja dan melaksanakan pekerjaan dari rumah,” terangnya.

Pemilihan hari Rabu bukan tanpa pertimbangan. Khofifah menyebut hari tersebut paling ideal untuk menjaga keseimbangan ritme kerja sekaligus menghindari lonjakan konsumsi bahan bakar.

Berdasarkan data internal, rata-rata ASN Pemprov Jatim menempuh perjalanan sekitar 14 kilometer sekali jalan atau 28 kilometer pulang-pergi setiap hari. Dengan satu hari WFH, penghematan energi dinilai cukup signifikan.

Ia juga mengingatkan jika WFH ditempatkan di hari Jumat, potensi penyalahgunaan justru lebih besar karena berdekatan dengan akhir pekan.

“Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat ada kecenderungan libur panjang bahkan pulang kampung, rekreasi dan kegiatan lain yang menghabiskan BBM lebih banyak karena berlanjut dengan long weekend,” jelasnya.

Lebih jauh, Khofifah menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik tidak boleh terganggu. Seluruh perangkat daerah diminta memastikan layanan tetap berjalan penuh dengan pengawasan ketat dari Badan Kepegawaian Daerah.

“Produktivitas ASN tidak boleh menurun. Layanan publik harus tetap berjalan optimal, responsif, dan tanpa hambatan,” tegasnya.

Di sisi lain, ia mengajak seluruh ASN menjadikan momen Idul Fitri sebagai titik reset untuk memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat. Nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan keikhlasan yang dilatih selama Ramadan diminta tetap dijaga dalam keseharian kerja.

“Hari ini bukan sekadar hari pertama kita kembali bekerja, tetapi menjadi momentum reset semangat, memperkuat soliditas dan solidaritas serta komitmen kita sebagai ASN,” ungkapnya.

Khofifah juga memberi target tegas agar dalam satu pekan ke depan seluruh layanan publik di Jawa Timur sudah kembali normal tanpa antrean atau backlog.

Apel pagi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Ketua TP PKK Arumi Bachsin Emil Dardak, serta jajaran pimpinan perangkat daerah dan BUMD. Kegiatan ditutup dengan halal bihalal sederhana yang dimanfaatkan ASN untuk bersalaman dan mempererat kebersamaan.

Catatan Redaksi: Berita ini bersumber dari siaran pers yang diterima redaksi dan telah disunting oleh Harnas.id.

Editor: IJS