
Harnas.id, JAWA BARAT – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, turun langsung meninjau kesiapan jalur mudik di wilayah Jawa Barat, Selasa (24/2/2026). Pengecekan ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 menjelang arus mudik Lebaran.
Survei dimulai sejak pagi dengan menyisir jalur tol dari KM 01 hingga KM 188 ruas Cikampek–Palimanan (Cipali). Rombongan juga melintasi Tol Cisumdawu untuk memastikan kondisi infrastruktur serta titik-titik pengamanan dalam kondisi siap digunakan.
Setelah peninjauan lapangan, rombongan melanjutkan agenda ke Pos Cileunyi. Di lokasi tersebut, Kakorlantas menerima paparan dari jajaran Ditlantas Polda Jawa Barat serta para Kasatlantas di wilayah Bandung, Garut, dan Tasikmalaya terkait strategi pengamanan arus mudik dan arus balik.
Irjen Agus menjelaskan, survei ini bertujuan memastikan kesiapan jalan, personel, hingga skema manajemen lalu lintas sebelum Operasi Ketupat resmi digelar. Menurutnya, tahapan ini krusial untuk memetakan potensi hambatan sejak dini.
“Hari ini kami melakukan survei dari KM 01 sampai KM 188 Cipali, termasuk melewati Tol Cisumdawu untuk memastikan kondisi jalan serta kesiapan titik pengamanan,” ujarnya kepada awak media.
Salah satu fokus utama adalah kesiapan check point di Rest Area KM 81. Pos ini akan menjadi lokasi pemeriksaan kendaraan pemudik secara kolaboratif, melibatkan Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Polri, hingga unsur kesehatan.
Kendaraan angkutan penumpang seperti bus dan travel menjadi prioritas pemeriksaan. Langkah ini ditempuh untuk memastikan kelayakan kendaraan serta menekan risiko kecelakaan selama periode mudik.
“Check point ini kolaborasi lintas sektor. Kendaraan yang mengangkut pemudik, khususnya bus, akan kita periksa secara menyeluruh sebagai langkah preventif keselamatan,” katanya.
Dalam paparannya, Agus menyebut Operasi Ketupat 2026 akan dijalankan melalui lima klaster pengamanan. Klaster tersebut meliputi pengelolaan jalan tol, pengamanan jalan arteri dan nasional, penyeberangan dan simpul transportasi, tempat ibadah, serta jalur menuju destinasi wisata.
Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia juga telah menyiapkan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di berbagai titik strategis. Penempatan dilakukan berdasarkan pemetaan kerawanan oleh jajaran kewilayahan.
Kakorlantas menambahkan, rangkaian survei akan ditutup dengan Tactical Floor Game sebagai simulasi taktis pengamanan. Simulasi ini bertujuan menguji skenario penanganan kemacetan hingga potensi kecelakaan di lapangan.
Berdasarkan koordinasi dengan kementerian dan pengelola jalan tol, perbaikan infrastruktur yang masih berjalan ditargetkan rampung paling lambat H-7 Lebaran. Target ini berlaku untuk ruas tol maupun jalan arteri.
“Kami memastikan jalan tol maupun arteri dalam kondisi siap dilalui pemudik. Ini komitmen bersama agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar,” ujarnya.
Pemeriksaan kendaraan di check point akan dilakukan secara situasional dengan prioritas angkutan umum di jalan tol. Pendekatan ini diharapkan mampu mencegah kecelakaan sekaligus mengantisipasi potensi kemacetan sejak awal.
Operasi Ketupat 2026 mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Konsepnya menekankan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat selama momen mudik dan arus balik Lebaran.
Laporan: Umay
Editor: IJS








