Cuaca Dimodifikasi, Hujan Tetap Turun: Awan Jawa Barat Terlalu Masif

Ilustrasi kondisi hujan lebat dan awan tebal. Image: Canva.
Ilustrasi kondisi hujan lebat dan awan tebal. Image: Canva.

Harnas.id, BANDUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca di wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Langkah ini ditempuh untuk menekan potensi curah hujan tinggi yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menjelaskan operasi tersebut telah dilaksanakan sejak 18 Januari 2026. Namun, hasilnya belum sepenuhnya optimal karena kondisi awan hujan di wilayah Jawa Barat masih sangat padat.

Menurut Teten, berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan di sejumlah wilayah Jawa Barat memang masih berada pada kategori tinggi. Situasi ini membuat hujan tetap turun meski upaya modifikasi telah dilakukan.

Sebelum operasi dijalankan, tim BNPB bersama BMKG terlebih dahulu melakukan kajian kondisi atmosfer. Analisis ini penting untuk menentukan apakah modifikasi cuaca diperlukan serta wilayah mana saja yang perlu menjadi prioritas penanganan.

Operasi modifikasi cuaca difokuskan pada daerah yang diperkirakan memiliki potensi hujan tinggi. Secara teknis, langkah ini bertujuan mengalihkan hujan dari kawasan permukiman ke area yang dinilai lebih aman.

Teten menjelaskan, metode yang digunakan antara lain dengan mencegat awan hujan dari arah laut melalui mekanisme jumping process. Awan yang berpotensi membawa hujan lebat diarahkan agar menurunkan hujan di wilayah laut atau waduk.

“Prinsipnya, bibit awan disemai agar hujan turun lebih dulu di area yang aman, seperti laut atau waduk. Dengan begitu, potensi hujan ekstrem di daratan bisa dikurangi,” ujarnya.

Editor: IJS