Dalih Sistem Baru, Kontraktor Terdampak Lambannya Pembayaran Proyek Pemkab Bogor

Kontraktor Asal Cisarua Menyuarakan Harapan Kepastian Pembayaran Proyek. Foto: Istimewa.
Kontraktor Asal Cisarua Menyuarakan Harapan Kepastian Pembayaran Proyek. Foto: Istimewa.

Harnas.id, BOGOR – Keterlambatan pembayaran proyek oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih menyisakan kegelisahan di kalangan kontraktor. Salah satunya dirasakan John, kontraktor asal Cisarua, yang mengaku hingga kini belum menerima pembayaran atas pekerjaan yang telah diselesaikan.

John menyebutkan, alasan keterlambatan yang disampaikan pihak dinas kepadanya berkaitan dengan perubahan sistem serta tersendatnya aliran dana. Menurutnya, kondisi tersebut disampaikan sebagai faktor utama belum cairnya pembayaran proyek.

“Alasan yang disampaikan dinas itu karena sistem baru dan ada keterlambatan dana masuk. Itu yang mereka sampaikan ke kami,” ujar John, Kamis (8/1/2026).

Meski Pemkab Bogor menjanjikan pembayaran tahap awal pada Februari, John menegaskan pihak kontraktor sejatinya hanya mengharapkan kepastian. Ia berharap pembayaran dapat segera direalisasikan tanpa penundaan lanjutan.

“Kalau bagi kami yang penting itu terbayarkan, secepat mungkin bisa dibayarkan,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, John mengaku tetap berupaya menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah meski berada dalam posisi dirugikan. Ia menyebut para kontraktor masih berusaha menjaga kondusivitas sebagai mitra kerja Pemkab Bogor.

“Sebagai rekanan Pemda Kabupaten Bogor, ya kami tetap saling menjaga kondusivitas,” ucapnya.

Namun demikian, John mengingatkan agar janji pembayaran tidak sekadar menjadi penenang. Ia berharap komitmen yang disampaikan benar-benar direalisasikan sesuai waktu yang dijanjikan.

“Kami berupaya menerima toleransi itu, tapi yang penting itu komitmen. Jangan sampai janji Februari hanya untuk menyenangkan, tapi saat Februari malah belum dibayarkan,” sindirnya.

Meski enggan menyebutkan nominal secara rinci, John mengakui nilai keterlambatan pembayaran yang dialami cukup besar dan berdampak pada kelangsungan usaha.

Editor: IJS