Harnas.id, TAPANULI UTARA – Pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Sibalanga Julu, Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Utara, terus dikebut. BNPB menargetkan tempat tinggal ini segera dapat dihuni 40 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir dan longsor akhir November 2025 lalu.
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, meninjau langsung progres pembangunan huntara. Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menyebut konstruksi huntara sudah mencapai 90 persen. Setiap unit berukuran 4 x 6 meter, sebagian sudah teraliri listrik dan air, meski sambungan pipa air belum sepenuhnya selesai.
“Jadi kita tidak menunggu sampai selesai semua. Begitu ada berapapun yang sudah selesai, segera masuk ke huntara,” kata Suharyanto saat memberi keterangan pers, Jumat (6/2).
Warga penyintas saat ini masih tinggal di rumah kerabat. Dengan hadirnya huntara, mereka dapat kembali menata kehidupan meski kondisi bencana belum pulih sepenuhnya. BNPB juga menyiapkan kemungkinan pengembangan huntara menjadi hunian tetap (huntap) di lokasi yang sama.
“Di Tapanuli Utara ini ada 40 unit hunian sementara dan kemungkinan besar, hunian tetapnya juga nanti akan dibangun di titik ini,” ujar Suharyanto. Ia menekankan pembangunan huntap akan menunggu keputusan warga mengenai lokasi final.
Penerima huntara berasal dari empat desa di Kecamatan Adian Koting: Sibalanga, Pagaran Lambung 1, Adian Koting, dan Pagaran Pisang. Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga, menjawab pertanyaan, dan menyerahkan bantuan kebutuhan sehari-hari sambil menunggu bantuan pemerintah pusat lain.
Selain huntara, Suharyanto dan rombongan mengecek perbaikan infrastruktur jalan nasional di Adian Koting-Sitahuis, Tapanuli Tengah. Jalan ini menghubungkan Tarutung-Sibolga dan sebelumnya mengalami banyak longsor. Satu titik kritis, Batu Lobang, masih dalam pengerjaan dan menjadi satu-satunya jalur nasional di wilayah Sumatra yang belum bisa dilalui kendaraan.
Sepanjang jalan menuju lokasi longsoran, BNPB mencatat lebih dari 50 titik longsoran telah selesai dibersihkan, membuka akses bagi masyarakat dan kendaraan pengangkut logistik.
Editor: IJS











