Harnas.id, BOGOR – Prosesi pelantikan dan pengukuhan Pengurus Cabang Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu‘tabarah Ahlussunnah wal Jama‘ah (Jatma Aswaja) Kota Bogor berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Minggu (8/2/2026). Momentum ini menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru organisasi keagamaan tersebut di tingkat kota.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Rois ‘AM Jatma Aswaja, Habib Luthfi bin Ali bin Yahya. Acara tersebut turut disaksikan A’wan PC Jatma Aswaja Kota Bogor yang juga menjabat sebagai Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama jajaran pengurus dan undangan.
Dalam tausiyahnya, Habib Luthfi menekankan pentingnya menjaga kebersihan hati, memperkuat silaturahmi, serta merawat persaudaraan di tengah keberagaman. Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai keagamaan harus berjalan seiring dengan semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa kehadiran Jatma Aswaja Kota Bogor memiliki peran strategis dalam memperkaya upaya pemberdayaan umat. Menurutnya, kontribusi organisasi keagamaan tidak hanya terbatas pada aspek spiritual, tetapi juga menyentuh bidang sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan.
“Seperti yang disampaikan Maulana Habib Luthfi bin Yahya, kita harus memperkuat diri, memperkuat silaturahmi, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta bisa mengayomi semua unsur dan pihak yang ada di wilayah kita, dan memastikan kita memiliki kemampuan serta kekuatan untuk memperkokoh rasa persaudaraan antarwarga bangsa,” ujar Dedie Rachim.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bogor membuka ruang kolaborasi dengan Jatma Aswaja dalam berbagai program pemberdayaan umat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat di tingkat lokal.
Sementara itu, Ketua PC Jatma Aswaja Kota Bogor Abdul Wafa Dipamenggala menyatakan bahwa pasca-pelantikan, pihaknya akan segera menyusun program kerja. Program tersebut akan mengacu pada arahan Habib Luthfi dan sejalan dengan visi pembangunan Kota Bogor.
“Program akan segera kita susun sebagai program kerja. Dan kita juga harus menjaga kerukunan antarumat beragama, karena itu merupakan sebuah keharusan untuk mengukuhkan posisi kita dalam saling menjaga dan melindungi antarsesama,” kata Abdul Wafa.
Editor: IJS











