Lampu Pink dan Pesan Edukasi Warnai Hari Kanker Sedunia di Bogor

Nuansa lampu merah muda menghiasi landmark Kota Bogor dalam peringatan Hari Kanker Sedunia. Foto: Pemkot Bogot.
Nuansa lampu merah muda menghiasi landmark Kota Bogor dalam peringatan Hari Kanker Sedunia. Foto: Pemkot Bogot.

Harnas.id, BOGOR – Peringatan Hari Kanker Sedunia tingkat Kota Bogor akan dipusatkan di Balai Kota Bogor pada Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kepedulian kolektif sekaligus memperkuat pesan pencegahan dan deteksi dini kanker di tengah masyarakat.

Menjelang puncak peringatan, suasana Kota Bogor dihiasi nuansa merah muda atau pink di sejumlah ruas jalan protokol. Lampu penerangan, videotron, baliho, billboard, hingga spanduk edukatif dipasang di jalan utama, fasilitas kesehatan, rumah sakit, klinik, dan puskesmas se-Kota Bogor.

Pada hari puncak, kegiatan sosial juga akan melibatkan sejumlah tenant kuliner yang menyalurkan charity untuk penyintas kanker. Beberapa di antaranya Kopi Nako, Bubur Ayam Kabita, dan Dev Bakery, yang turut ambil bagian dalam aksi kepedulian tersebut.

Ketua Harian Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Bogor, dr. Rubaeah, mengatakan rangkaian peringatan ini telah dimulai jauh sebelum tanggal 4 Februari. Seluruh kegiatan dilaksanakan atas arahan Ketua YKI Cabang Kota Bogor, Yantie Rachim.

“Sebelum peringatan tingkat kota, kami telah menggelar berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya webinar kesehatan dengan tema Bersatu dalam Keunikan: Perawatan Kanker Berpusat pada Individu untuk Pencegahan dan Pengobatan yang Adil dan Efektif,” ujar dr. Rubaeah saat dihubungi, Selasa (3/2/2026).

Ia menegaskan, rangkaian kegiatan ini tidak hanya berfokus pada seremoni, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran jangka panjang. Menurutnya, kepedulian terhadap penyintas kanker harus berjalan seiring dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan pribadi.

“Dari semua rangkaian hingga peringatan tingkat kota, diharapkan kita semua peduli dengan penyintas kanker. Masyarakat juga harus peduli menjaga kesehatannya melalui pencegahan dan deteksi dini kanker,” katanya.

Puncak peringatan akan diawali dengan apel bersama di Balai Kota Bogor. Kegiatan ini akan diikuti pengurus YKI Kota Bogor, jajaran direksi rumah sakit, organisasi profesi kesehatan, perangkat daerah, hingga perwakilan organisasi perempuan.

“Kurang lebih total peserta sekitar 150 orang. Tema yang kami usung adalah United by Unique atau Bersatu dalam Keunikan,” ujar dr. Rubaeah.

Ia menjelaskan, setiap penyintas kanker memiliki cerita, tantangan, dan kebutuhan yang berbeda. Namun dalam perbedaan tersebut, ada harapan, kepedulian, dan semangat yang menyatukan semua pihak untuk saling menguatkan.

Selain kegiatan utama, pesan-pesan edukasi terus disebarluaskan kepada masyarakat. Di antaranya ajakan untuk lebih peduli, lebih waspada, dan lebih menyayangi diri sendiri melalui perhatian serta deteksi dini sebagai langkah mengurangi risiko kanker.

Sejak dilantik sebagai Ketua YKI Cabang Kota Bogor, Yantie Rachim juga menaruh perhatian besar pada penguatan deteksi dini. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan gratis berupa skrining kanker yang digelar di kantor-kantor kecamatan.

Dari sisi edukasi, YKI Kota Bogor rutin menggelar webinar kesehatan serta kegiatan Stoma Care Week. Program ini menjadi sarana dukungan, sosialisasi, dan edukasi berkelanjutan bagi masyarakat dan penyintas kanker di Kota Bogor.

Editor: IJS