Tak Hanya Pos Jaga, Satgas Damai Cartenz Pilih Menyapa Warga Nduga

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan patroli dialogis dan sambang warga di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga. Foto: Polri.
Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan patroli dialogis dan sambang warga di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga. Foto: Polri.

Harnas.id, NDUGA – Pendekatan keamanan di Tanah Papua terus mengalami penyesuaian. Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 tak lagi hanya mengandalkan penjagaan statis, melainkan memperluas strategi dengan menjangkau langsung masyarakat hingga ke kampung-kampung.

Pendekatan ini terlihat di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Kamis (2/2). Personel ODC 2026 Sektor 3 Nduga melaksanakan patroli jalan kaki menyusuri Kampung Kora hingga area Gereja Siom, yang berada tak jauh dari Pos Koteka.

Patroli dilakukan tanpa pola konfrontatif. Kehadiran aparat justru diwarnai interaksi santai dan dialog terbuka bersama warga serta jemaat gereja.

Dalam kegiatan yang dikemas sebagai sambang masyarakat tersebut, personel Polri berbincang langsung dengan warga sembari menyalurkan bantuan bahan makanan. Aktivitas ini menjadi bagian dari upaya membangun rasa aman sekaligus memperkuat kehadiran negara di wilayah pedalaman.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan patroli fisik hanyalah satu bagian dari strategi pengamanan. Menurutnya, pendekatan sosial menjadi aspek penting yang tidak bisa diabaikan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat merasa dekat dengan Polri. Melalui kegiatan sambang ini, kami berharap dapat memperkuat hubungan serta membangun kepercayaan (trust) antara masyarakat dengan aparat,” ujar Brigjen Pol Faizal dalam keterangannya.

Ia menambahkan, kedekatan emosional antara aparat dan warga memiliki dampak langsung terhadap stabilitas keamanan. Ketika kepercayaan terbangun, dukungan masyarakat terhadap upaya pengamanan akan tumbuh secara alami.

Menurut Faizal, kondisi keamanan yang kondusif di Nduga tidak dapat dicapai hanya melalui pendekatan aparat semata. Peran serta masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pengamanan jangka panjang.

“Kita harus bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Tanah Papua. Masyarakat dan Polri harus bekerja sama untuk mewujudkan kedamaian yang berkelanjutan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab kolektif. Sinergi dan komunikasi yang baik antara aparat dan warga menjadi pondasi utama dalam menciptakan stabilitas.

Menutup keterangannya, Brigjen Pol Faizal mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk terus menjaga kebersamaan. Ia menilai sikap saling menghargai dan kerja sama lintas pihak menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman dan damai.

“Kerjasama dan saling menghargai antar sesama akan menciptakan lingkungan yang aman dan damai,” pungkasnya.

Editor: IJS