Harnas.id, SYDNEY – Dolar Australia menguat ke level tertinggi dalam 15 bulan pada perdagangan Kamis. Meredanya ketegangan hubungan Amerika Serikat dan Eropa ikut memperbaiki sentimen risiko di pasar global.
Penguatan mata uang Australia juga ditopang data ketenagakerjaan domestik yang lebih kuat dari perkiraan. Kondisi ini mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Australia (RBA).
Dolar Australia tercatat naik sekitar 0,4 persen dan sempat menyentuh level 0,6791 dolar AS. Pergerakan ini menembus area resistensi sebelumnya dan membuka peluang penguatan lanjutan dalam jangka pendek.
Secara teknikal, penembusan di kisaran 0,6766 dolar AS menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar. Target berikutnya dipantau di area 0,6793 hingga 0,6824 dolar AS, dengan potensi menuju puncak tahun 2024 di sekitar 0,6943 dolar AS.
Dari sisi fundamental, pasar tenaga kerja Australia menunjukkan kinerja solid. Jumlah lapangan kerja melonjak 65.200 pada Desember, jauh melampaui perkiraan kenaikan sekitar 30.000.
Kenaikan tersebut sekaligus menutup penurunan yang terjadi pada bulan sebelumnya. Data ini mengindikasikan ketahanan sektor tenaga kerja di tengah ketidakpastian global.
Tingkat pengangguran juga turun secara tak terduga menjadi 4,1 persen. Angka ini menjadi yang terendah dalam tujuh bulan dan berada di bawah proyeksi RBA yang memperkirakan pengangguran di kisaran 4,4 persen.
Kondisi tersebut mencerminkan mulai menguatnya konsumsi rumah tangga di akhir tahun. Aktivitas ekonomi dinilai bergerak lebih cepat dari perkiraan awal pembuat kebijakan.
Ekonom senior Asia Pasifik Capital Economics, Abhijit Surya, menilai tekanan kapasitas ekonomi semakin terasa. Menurutnya, kombinasi pasar tenaga kerja yang ketat dan peningkatan belanja rumah tangga memperbesar urgensi pengetatan kebijakan.
Ia menyebut peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan awal Februari semakin terbuka. Pandangan tersebut sejalan dengan pergeseran ekspektasi pelaku pasar dalam beberapa hari terakhir.
Pasar kini memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan RBA dari level 3,6 persen. Probabilitas kenaikan pada pertemuan 3 Februari melonjak menjadi sekitar 54 persen, dari sebelumnya 27 persen sebelum rilis data.
Kontrak berjangka obligasi pemerintah Australia tenor tiga tahun ikut tertekan. Instrumen tersebut turun sekitar lima poin dan sempat menyentuh level terendah sejak akhir 2023.
Di kawasan regional, dolar Selandia Baru bergerak relatif stabil di kisaran 0,5845 dolar AS. Mata uang ini sebelumnya menguat dan mencetak level tertinggi empat bulan.
Secara teknikal, pergerakan berkelanjutan di atas area 0,5853 dolar AS membuka peluang penguatan menuju kisaran 0,6007 dolar AS. Pelaku pasar kini menanti sinyal lanjutan dari data ekonomi dan kebijakan bank sentral.





