Gen Z Bogor Tinggalkan Alkohol, Coffee Shop Jadi Ruang Sosial Baru Anak Muda

Ilustrasi anak muda Bogor nongkrong di coffee shop dengan kopi dan matcha. Image: Canva.
Ilustrasi anak muda Bogor nongkrong di coffee shop dengan kopi dan matcha. Image: Canva.

Harnas.id, BOGOR – Menjamurnya coffee shop di Kota Bogor kini tak lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan penanda perubahan besar pola pergaulan generasi muda. Dari pusat kota hingga sudut-sudut permukiman, kedai kopi hadir sebagai ruang sosial baru bagi Generasi Z—menggantikan budaya nongkrong malam dengan minuman beralkohol.

Di Bogor, pemandangan anak muda berkumpul sambil menyeruput latte, es kopi susu, atau matcha kini jauh lebih lazim dibanding pesta minuman keras. Pergeseran ini mencerminkan perubahan cara Gen Z memaknai kesehatan, kontrol diri, dan interaksi sosial.

Fenomena tersebut sejalan dengan tren global. Sejumlah survei internasional mencatat konsumsi alkohol di kalangan Gen Z terus menurun signifikan sejak awal 2000-an. Generasi ini cenderung memilih minuman non-alkohol karena dinilai lebih aman, sehat, dan tidak mengganggu produktivitas.

Di Indonesia, kecenderungan itu terlihat jelas. Konsumsi alkohol nasional tergolong rendah dan terus menurun, sementara konsumsi kopi justru menunjukkan lonjakan tajam dalam satu dekade terakhir. Anak muda menjadi motor utama pertumbuhan budaya ngopi, termasuk di wilayah perkotaan penyangga seperti Bogor.

Bogor yang dikenal sebagai kota hujan kini juga identik dengan kota kopi. Coffee shop bukan hanya tempat minum, tetapi ruang untuk bekerja, berdiskusi, mengerjakan tugas, hingga membangun jejaring sosial. Budaya ini dinilai lebih selaras dengan karakter Gen Z yang mengutamakan kesadaran diri, kesehatan mental, dan produktivitas.

Selain kopi, minuman seperti matcha dan varian teh artisan juga semakin digemari. Minuman ini dianggap memberi energi tanpa efek kehilangan kendali seperti alkohol. Bagi Gen Z, tampil sadar dan terkendali di ruang publik—termasuk media sosial—menjadi nilai penting dalam kehidupan sehari-hari.

Pergeseran ini turut mengubah lanskap industri makanan dan minuman (F&B) di Bogor. Pelaku usaha mulai fokus menghadirkan inovasi minuman non-alkohol, suasana kedai yang nyaman, serta konsep ruang yang mendukung aktivitas kreatif dan kolaboratif.

Generasi Z Bogor tampaknya telah menetapkan standar baru dalam bersosialisasi. Nongkrong tak lagi identik dengan mabuk, melainkan dengan secangkir kopi, obrolan produktif, dan ruang aman untuk bertumbuh.

Editor: IJS